Pelantikan DPD PPSI Kabupaten Bandung Teguhkan Komitmen Merawat Tradisi dan Menyiapkan Generasi Pencak Silat

SOREANG — // Tribun Tipikor.Com //Upaya memperkuat keberadaan pencak silat sebagai warisan seni dan budaya di Kabupaten Bandung memasuki babak baru. Ketua beserta jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Bandung dijadwalkan dilantik dan dikukuhkan di Gedung Moch. Toha, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026).

Prosesi tersebut dijadwalkan dihadiri Bupati Bandung Dadang Supriatna, Ketua DPP PPSI, jajaran DPW PPSI Jawa Barat, serta para pengurus dan pelaku paguron pencak silat dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung. Sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) dan dinas yang berkaitan dengan bidang kebudayaan juga turut diundang.

H. Ali Nurdin yang dipercaya sebagai Ketua DPD PPSI Kabupaten Bandung mengatakan, setelah kepengurusan resmi dikukuhkan, pihaknya akan memprioritaskan pembenahan internal organisasi dan pendataan seluruh paguron pencak silat yang berada di Kabupaten Bandung.

Menurutnya, pendataan menjadi langkah penting untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai potensi, keberadaan, serta kondisi paguron pencak silat di setiap wilayah.
“Langkah pertama tentu pembenahan organisasi dan pendataan paguron. Dengan data yang jelas, kita bisa mengetahui potensi yang ada sekaligus memastikan seluruh paguron dapat terakomodasi dalam program organisasi,” ujar Ali.

Ia menuturkan, keberadaan PPSI tidak sebatas menjalankan roda organisasi, tetapi memiliki tanggung jawab lebih luas dalam menjaga seni tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Pencak silat, kata Ali, merupakan bagian dari identitas seni budaya masyarakat yang perlu terus dirawat dan diberikan ruang untuk berkembang.
“Pencak silat adalah bagian dari seni dan budaya yang diwariskan para leluhur. Karena itu, keberadaan paguron dan para pelaku seni budaya harus terus mendapat ruang agar tradisi ini tetap hidup dan berkembang,” katanya.

Bangun Kebersamaan Antar-Pelaku Seni Budaya
Ali menegaskan, penguatan organisasi akan dibangun melalui komunikasi dan silaturahmi dengan para pelaku seni budaya, terutama keluarga besar pencak silat di Kabupaten Bandung.
Ia berharap hubungan yang semakin erat antarpaguron dapat menjadi fondasi dalam menjaga kesinambungan budaya lokal sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.
“Penguatan organisasi akan kami lakukan dengan membangun silaturahmi dan kebersamaan. Kita ingin seluruh pelaku seni budaya, khususnya pencak silat, dapat berjalan bersama untuk menjaga warisan budaya yang telah diberikan oleh para leluhur,” tuturnya.

Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Dalam menjalankan program ke depan, Ali juga menilai sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan pencak silat.
Ia mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap bidang seni dan budaya serta berharap komunikasi antara DPD PPSI dan Pemkab Bandung dapat terus diperkuat.

“Pelestarian seni budaya tentu akan lebih optimal apabila dibangun bersama pemerintah daerah. Kami berharap perhatian terhadap pencak silat dapat terus diperkuat melalui sinergi antara PPSI dengan Pemerintah Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Untuk jangka panjang, DPD PPSI Kabupaten Bandung akan membuka komunikasi dengan berbagai OPD terkait. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan pencak silat dalam berbagai bidang, mulai dari kebudayaan, pendidikan, kepemudaan hingga pembinaan generasi muda.
“Harapannya pencak silat bukan hanya mampu bertahan, tetapi terus berkembang dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Ali.

Regenerasi Menjadi Perhatian Utama
Selain pembenahan organisasi, regenerasi menjadi salah satu perhatian DPD PPSI Kabupaten Bandung. Ali menilai nilai-nilai pencak silat perlu diperkenalkan kepada generasi muda sejak dini melalui lingkungan pendidikan maupun kegiatan kebudayaan.

Pihaknya juga mendorong pelaksanaan pasanggiri pencak silat secara berkelanjutan, mulai dari tingkat paguron hingga tingkat DPD PPSI Kabupaten Bandung.
Menurut Ali, pasanggiri bukan sekadar ruang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan seni tradisi sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap pencak silat.

“Kita ingin pencak silat benar-benar tertanam di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui sinergi dengan dunia pendidikan serta pelaksanaan pasanggiri secara rutin, mulai dari tingkat paguron hingga tingkat DPD,” jelasnya.

Dengan kepengurusan yang baru, DPD PPSI Kabupaten Bandung berkomitmen menjadikan organisasi sebagai wadah bagi para pelaku pencak silat sekaligus mitra pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal.

“Sebagai organisasi seni budaya, kami berkomitmen untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung. Tujuan akhirnya adalah bagaimana pencak silat tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung,” pungkas Ali.
*(Iceu)

Pos terkait