Sipahutar Tribun Tipikor
Pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara dinilai sangat mengecewakan warga.
Pasalnya, salah satu keluarga pasien Kecelakan meminta Rujukan ke rumahsakit Tarutung Harus Bayar duluh empat ratus limapulu ribu (450.000) kata perawat yusniar saragih yang tidak ada izin Pelayanan Di (UGD)menerima perlakuan kurang baik dan mengecewakan dari petugas saat membawa pasien anak yang tengah Terbaring
Buruknya pelayanan tersebut disampaikan keluarga pasien, Lukman Simanjuntak tak lain warga Desa Sabugan Ni huta Satu.(1), Kecamatan Sipahutar Sabtu (02/05/2026).
Saudaranya yang saat itu bersama keluarganya membawa Anakya Lukman yang sedang Terbaring di Puskesman Sipahutar untuk meminta pertolongan akibat Kecelakan Bermotor
Berharap mendapat pertolongan dari perawat Puskesmas, justru sebaliknya Lukman bersama keluarga dan ibunya
dibuat bingung atas Buruknya pelayanan di Puskesmas yang memandang remeh pasien. Dengan raut wajah kecewa, ibunya bersama keluarganya itu kemudian keluarga berharap Tindakan ini dibawa ke Kejaksaan negeri Tapanuli Utara dan perizinan (SIK) dan (APH) berwenang Karna Tindakan tak wajar dan segera di proses
Pihak keluarga pun sangat kecewa atas Buruknya pelayanan yang ada di Puskesmas Sipahutar
Sementara itu Reynold Situmorang saat di jumpai wartawan media ini membenarkan kejadian tersebut. menjelaskan Terkejut Sebenarnya pasien harusya di beri pertolongan bersama keluarga yang diketahuinya.
Menurut Aturan dan ke sepakatan, pihaknya sudah menjalankan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP), karena apapun pasien, kalau di minta keluarga pihaknya harus tetap Di rujuk pasien.
Ia pun menyesalkan pihak pelayan Buruknya puskesmas sipahutar keluarga pasien yang sempat kecewa harus bayar duluan kata yang jaga di UGD
Terpisah, Kepala Puskesmas Sipahutar Reynold Situmorang saat dimintai keterangan terkait pelayanan Puskesmas Sipahutar mengaku tak berada di lokasi saat kejadian tersebut.
Namun begitu ia akan berupaya melakukan evaluasi jika memang kejadian itu benar-benar terjadi di Puskesmas Tutuyan.
Saya akan tetap evaluasi, tidak mungkin tinggal diam, tetap kita akan tindak lanjuti, kita akan imbau lagi, lebih meningkatkan pelayanan lagi dan tidak terulang, karena pasiaen ini raja,” kata Reynold
Tetap saya akan coba untuk perbaikan dengan kejadian seperti ini, bagusnya jadi bahan evaluasi bagi saya dengan teman-teman supaya lebih meningkatkan kualitas pelayanan,” tambahnya.(p.s)





