Kebakaran Kayu di Kandangan Kedungrejo Nganjuk Dari Penebangan PT. PLN APJ Mojokerto, Gegerkan Warga dan Sorotan Publik

Nganjuk Jatim, tribuntipikor.com // Dampak kebakaran pada Selasa 13 Oktober 2026 sekira pukul 18:20 Wib, dari sisa pemotongan pohon tepi jalan oleh pihak PT. PLN APJ Mojokerto tepatnya disamping rumah penduduk bernama Farid, Dusun Kandangan RT 06/RW 01, Desa Kedungrejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, gegerkan banyak warga setempat hingga menjadikan sorotan publik.

Informasi didapat kejadian kebakaran tersebut sebab musababnya tak diketahui dari mana sumber apinya. Akan tetapi berbagai asumsi menyebut titik api bersumber dari pengendara motor yang lewat kearah timur tanpa sengaja dan/atau tidak sadar telah membuang puntung rokok.

Terlihat dilokasi yang terbakar terdiri sejumlah ranting kayu, balok kayu serta daun kering pohon bekas pemotongan yang dilakukan oleh PT. PLN APJ Mojokerto pada Jum’at, 2 Oktober 2026 yang lalu.

Walaupun tak ada kerugian matrial yang bernilai, namun warga kawatir jika api tak segera dipadamkan maka bisa dimungkinkan akan merembet kerumah korban karena kebakaran berada di halaman yang tak jauh dari kediaman warga, ditambah kencangnya angin yang cukup besar. Sementara, saat itu pemilik rumah sedang keluar rumah entah kemana.

Beruntungnya, atas bantuan warga sekitar yang berdatangan kemudian menyiram air pakai ember serta menyemprotkan air melalui sanyo. Dan pada akhirnya api berhasil dipadamkan sebagian hingga pukul 18’43 Wib.

Berselang kemudian datanglah dari Unit Damkar Kecamatan Lengkong satu unit truk pemadam berplat nomor AG 8639 VP tiba dilokasi, walaupun api sudah sedikit padam tetap dilanjutkan oleh unit Damkar secara total bahkan dilakukan pengecekan secara menyeluruh hingga dinyatakan api sudah aman.

Seorang warga berinisial (Srd) dan (Mt) dalam keterangannya mengungkapkan bahwa asal mula api tak diketahui tahu-tahu sudah ada api menyala membakar daun-daun, ranting dan kayu kering.

Sutikno selaku Danru yang berpiket di Kantor Damkar Lengkong saat dikonfirmasi pada Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 09:35 Wib, berpesan untuk saat ini dimusim kemarau ini masyarakat harus berhati-hati terutama bila mengadakan pembakaran sampah harus ditunggu agar tidak terjadi kebakaran.

“Jangan sampai setelah sampah dibakar lalu ditinggalkan, seperti yang terjadi di Maguan, Prambon, dan banyak lagi contohnya. Terangnya.

“Sutikno juga mengingatkan, jika mau pergi keluar seperti Kran air, Listrik dsb, agar dinetralkan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hal itu tidak lain guna menghindari kejadian kebakaran disetiap hari meski cuaca saat ini sangat panas.” Ungkapnya.

Menanggapi peristiwa tersebut, sejumlah warga meminta pertanggung jawaban dari pihak PT. PLN APJ Mojokerto agar sesegera mungkin bertandang kerumah warga yang terdampak agar tidak menimbulkan berbagai asumsi, polemik miring dan berkembang.

Disisi lain, kejadian ini menjadikan cambuk bagi pihak PT. PLN APJ Mojokerto agar lebih waspada, ber hati-hati dan konsisten terhadap apa yang telah dilakukan oleh karyawannya. (Lmn/tut)

Editorial: Korwil Jatim

Pos terkait