Bogor. Tribun tipikor.com
Masyarakat Desa cariu, Kecamatan cariu, Kabupaten Bogor, mengapresiasi adanya pembangunan program pemelihara’an jaringan irigasi tersier. Ketua Kelompok ( pringgondani). RT dayat. menyampaikan Pembangunan saluran Air menjadi sarana penting bagi petani. Irigasi area. Persawahan menjadi pokok utama yang harus diperhatikan, sebab tanpa ada saluran Air irigasi yang baik akan menghambat petani dalam menggarap Sawah.
Potensi gagal panen menjadi masalah besar bagi para Petani jika saluran Air tidak lancar. Tapi sekarang sudah dibangun saluran Irigasi persawahan. Alhamdulillah sampai saat ini pembangunan Irigasi sudah mencapai 50 Persen, Insya’allah pembangunan tersebut akan sangat membawa manfaat bagi kami para Petani di Desa cariu” Ujar RT dayat
Untuk lebar dan ketinggian, tentunya juga sudah di lakukan pengukuran oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Untuk Volume panjang. anggaran sebesar Rp. 100.000.000. Rupiah, adapun sumber dana berasal dari ditjen lahan dan irigasi pertanian BPLIP kelas 1 bandung Tahun anggaran 2026, pada hari rabu 22 Juli 2026.
Program pemeliharaan jaringan irigasi tersier,Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi
di Desa cariu.ditahun 2026 ini mendapatkan bantuan program pemeliharaan jaringan irigasi terdier,dari ditjen lahan dan irigasi BPLIP kelas 1 bandundung , saat ini tengah melaksanakan pekerjaan perbaikan jaringan irigasi yang dilaksanakan oleh kelompok pringgondani.
Menurut salah satu warga. Jaringan irigasi yang baik akan memastikan ketersediaan air yang cukup bagi tanaman. Air yang memadai akan membuat suhu dan kelembaban tanah terjaga, sehingga tanah menjadi lebih subur dan meningkatkan hasil panen
Maka Dengan hasil panen yang lebih melimpah dan berkualitas, sudah tentu petani dapat memperoleh pendapatan yang lebih baik “ Ungkap warga Desa cariu.
Warga juga mengucapkan terimakasih kepada, Kelompok pringgondani, merealisasikan bantuan Program pemelihaan jaringan irigasi tersier
RT dayat juga mengatakan, untuk kualitas bangunan dan material yang di gunakan tentunya kita sudah komunikasikan dengan KMB, baik material batu, pasir, semen Nasional Indonesia (SNI),” Tutup RT dayat.
( diang nur)





