‘Dugaan Penyimpangan Dana Desa: Pengerjaan Jalan Hotmix Tidak Selesai”

Garut : Tribuntipikor.com

Pengerjaan jalan hotmix di Desa Cigaronggong, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, yang dibiayai dari Dana Desa (DD) tahun 2025 sebesar Rp. 324. 645. 200, diduga tidak selesai sesuai dengan rencana. CV MKAY, yang ditunjuk sebagai pelaksana proyek belum menyelesaikan pekerjaan tersebut, menimbulkan kecurigaan adanya dugaan penyimpangan dana. Jumat (9/1/2026).

Menurut informasi, proyek pengerjaan jalan hotmix antara Dusun Peundeuy sampai Dusun Gadung, dengan menggunakan hotmix ACWC, ini memiliki nilai kontrak yang cukup besar, namun progres fisiknya sangat lambat. Apalagi jalan tersebut sudah 3 X dibangun Bahkan, beberapa sumber menyebutkan bahwa proyek ini mangkrak dan tidak ada tanda-tanda penyelesaian.

Kualitas pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar juga menjadi perhatian masyarakat. “Kami menilai proyek tersebut berpotensi kuat mengandung unsur gratifikasi dan penggelembungan biaya (mark up),” kata seorang warga desa.

Pengerjaan jalan hotmix yang seharusnya selesai tahun 2025 dan sekarang sudah memasuki tahun 2026, tapi masih belum selesai, memang sangat mengecewakan. Ini bisa jadi tanda adanya masalah serius, seperti penyimpangan dana atau kurangnya pengawasan.

Dalam kasus seperti ini, penting untuk meminta klarifikasi dari pihak terkait, seperti Kepala Desa atau kontraktor yang bertanggung jawab. Warga juga bisa meminta informasi tentang progres pekerjaan dan alasan keterlambatan.

“Warga bisa meminta bantuan dari pihak berwenang, seperti Bappeda atau Kejaksaan, untuk menginvestigasi kasus ini”

Kepala Desa Cigaronggong, Adin Supardin, belum memberikan komentar terkait isu ini. Namun, warga desa menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana desa.

“Pertanyaan yang muncul:

  • Apakah CV yang ditunjuk sebagai pelaksana proyek memiliki kemampuan dan pengalaman yang cukup?
  • Apakah ada penyimpangan dana yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait?
  • Apa yang akan dilakukan oleh pemerintah desa untuk menyelesaikan masalah ini?

“Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi lebih lanjut.” ungkap warga. (***)

Pos terkait