ASDP Siapkan Skema Layanan Nataru, Wajib Tiket Online & Diskon 15% Berlaku 22 Des 2025

Lampung Selatan– tribun.tipikor.com

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni mengumumkan kesiapan penuh menghadapi lonjakan volume kendaraan dan penumpang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Skema layanan puncak, termasuk rekayasa lalu lintas dan penambahan kapasitas dermaga, akan segera diaktifkan. Bakauheni, 12/12/2025

General Manager ASDP cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menegaskan bahwa meskipun operasional saat ini masih berjalan normal, pengetatan layanan akan segera diterapkan menjelang puncak arus.
Skema layanan seperti tahun lalu akan kembali diterapkan, termasuk rekayasa antrean kendaraan hingga Kilometer 20,” ujar Partogi.

Wajib Tiket Online dan Antisipasi Calo
Dalam upaya meningkatkan ketertiban dan kelancaran arus, ASDP kembali menekankan aturan wajib tiket. Seluruh pengguna jasa diwajibkan memiliki tiket yang dibeli secara online sebelum tiba di area pelabuhan.

Partogi menegaskan pentingnya sosialisasi pembelian tiket daring ini untuk memutus praktik percaloan yang kerap terjadi di masa liburan. “Kami berharap pengguna jasa mempersiapkan perjalanan dengan baik, membeli tiket lebih awal, dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan,” tambahnya.

Penambahan Kapasitas dan Diskon Tarif
Untuk mendukung kelancaran penyeberangan, ASDP mengoperasikan 7 dermaga utama pada jalur timur dengan sistem billing, ditambah 2 dermaga khusus ekspres. Selain itu, pelabuhan alternatif seperti Mika Beton disiapkan secara khusus untuk fungsi bongkaran, serta opsi pemanfaatan jalur BBJ bila terjadi kepadatan ekstrem.

Sebagai bentuk apresiasi dan pelayanan kepada masyarakat, ASDP juga memberikan diskon tarif sebesar 15%. Diskon ini berlaku dalam periode cukup panjang, yaitu mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

ASDP mengerahkan total 786 personel gabungan dari berbagai instansi untuk memastikan pengamanan, pengaturan arus, dan pelayanan informasi berjalan optimal.

Menyikapi prediksi cuaca akhir tahun, ASDP berkoordinasi intensif dengan BMKG. “Memasuki akhir tahun, kondisi cuaca diprediksi cenderung meningkat dan berpotensi ekstrem. Koordinasi dengan BMKG terus kami lakukan untuk memastikan keselamatan pelayaran tetap terjaga,” tutup Partogi.(Wal

Pos terkait