Rakon Rapat Konsultasi ( Rakon ) XX BKOW-GOW se-Kalbar dengan Tema dalam rangka meningkatkan literasi digital 4.0 bagi kalangan BKOW-GOW.

  • Whatsapp

Pontianak, tribuntipikor.com

Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) se Kalbar melaksanakan Rapat Konsolidasi (Rakon) ke- XX dari tanggal 19 sampai 21 November 2021 di Hotel Kapuas Palace, Kota Pontianak.

Ketua Umum BKOW Kalimantan Barat, Erlinawati Nasir, SH, M.A.P menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan yang sudah diusulkan 2 tahun lalu dan Kota Pontianak menjadi tuan rumah, karena pandemi Covid-19, maka kegiatan baru dilaksanakan, kemudian dirinya baru menjadi Ketua Umum BKOW Kalimantan Barat mengantikan Hj. Suma Jenny Heryanti .

Agenda pertama fokus pada era industri digital 4.0 dengan tema meningkatkan generasi digital perempuan dalam era industri 4.0, tema ini kita ambil, bahwa di era industri telekomunikasi, kaum perempuan kita bisa memanfaatkan era di gital dengan hal-hal yang positif, contoh mempromosikan daerah, jadi tidak hanya HP itu digunakan untuk semata-mata iseng-iseng, hiburan, namun bisa untuk promosikan daerah Kabupaten , Kota, kuliner dan sebagainya yang positif berkontribusi bagi organisasi dan daerah.” Jelas Erlinawati Nasir yang juga Anggota DPD RI ini disela-sela kegiatan Rakon BKOW Kalimantan Barat, Sabtu (20/11/21).

Menurut senator senayan dari Dapil Kalbar ini bahwa hal tersebut di atas itu ada yang mensosialisasikan dan seminar dengan tujuan untuk melatih memberikan pemahaman peserta yang merupakan pengurus organisasi wanita akan dunia digital.

Diterangkan juga bahwa BKOW Kalimantan Barat beranggotakan 39 organisasi wanita tingkat provinsi Kalbar dengan 71 orang pengurus dari utusan masing-masing organisasi.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Ketua 1 BKOW Kalimantan Barat, Rahmanita, terkait tema dalam kegiatan tersebut sudah dilaksanakan pelatihan membuat video dengan aplikasi kini master.

Jadi ketika ibu-ibu mempunyai kemampuan membuat video maka posting di media sosial maka akan lebih bagus, yang kita harapkan media sosial bisa meningkatkan kontribusi organisasi melalui promosi-promosi atau publikasi kegiatan yang sudah dilaksanakan. Sehingga kegiatan tersebut semakin bermanfaat bagi masyarakat dan tau bahwa ada organisasi-organisasi perempuan yang mempunyai kepedulian terhadap permasalahan yang dihadapi kaum perempuan.” jelasnya.

Maka menurut Rahmanita kemasan tampilan di Media sosial harus lebih bagus, lebih menarik agar orang tertarik melihatnya, apalagi kalau ditampilkan pada aplikasi yang sedang tren saat ini seperti tiktok.

Kita berharap jangka panjang kedepan setiap organisasi wanita bisa eksis di medsos dengan publikasi-publikasi kegiatan yang sudah dilakukan.” pungkasnya. (Tim /Masrun)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *