Abdul Hayat Kades Sukahaji Yang Merintis Dari Jurnalis

  • Whatsapp

Garut, tribuntipikor.com

Sedikitpun tidak terlintas dalam benak Jurnalis yang satu ini suatu saat akan jadi pejabat publik paling bungsu, sebab kiprahnya selain terus mencintai profesinya, tapi sudah puluhan tahun menggeluti dunia usaha yang bergerak dalam perdagangan umum, percetakan, riteling dan sebagainya.
Ruh saya jurnalis dan pernah bergabung di media PI News, dan saya senang berdagang, serta merajut silaturahmi dengan berbagai komunitas masyarakat,”ujar Abdul Hayat (50 th) ketika ditemui di kediamannya seputar Kampung Pasir Jengkol, Desa Sukahaji, Kecamatan Sukawening, Jumat (2/7/2021) setelah beberapa minggu dirinya terpilih sebagai Kepala Desa Sukahaji dalam Pilkades Serentak 8 Juni 2021.

Adapun Nawaetu (niat) saya, mencalonkan diri sebagai Calon Kepala Desa Sukahaji karena dorongan yang kuat dari simpatisan harus maju dalam kontestasi Pilkades,” ujarnya.
Menurut Abdul Hayat, sebenarnya tadinya tidak ada niat, tapi karena dorongan kuat dari simpatisan dirinya harus maju sebagai Calon Kepala Desa. Dorongan itu kata dia, harus dipertanggung jawabkan dan akhirnya maju.
“Jujur saja, sampai sekarang saya seakan mimpi, dan merasa tidak ada apa-apa. Yah biasa – biasa aja, bahkan sering kaget kalau orang manggil Pak Kades, akhirnya saya sadar baru terpilih sebagai Kepala Desa,”paparnya.
Ditanya bagaimana menyikapi kemenangan atau terpilih sebagai Kepala Desa, dia mengatakan, jabatan Kepala Desa adalah mandat dari rakyat yang harus dipertanggung jawabkan baik di hadapan Allah SWT di akherat kelak, maupun dihadapan rakyat, pemerintah ( negara ) di alam fana sekarang ini.
Di mata masyarakat demikian kata Abdul Hayat, seorang kepala desa itu adalah ujung tombaknya, ujung tombak dari segala persoaalan dari mulai persoaalan ekonomi, keamanan dan kesejahteraan.

Jadi nanti diuji seorang kepala desa itu apakah dia itu benar – benar sudah menjadi ujung tombak dari masyarakatnya,” terangnya.

Dia mengatakan, Kepala Desa bukan saja sebagai pelayan publik, tapi juga sebagai penanggung jawab masyarakat di desa tersebut.

Masih menurut Abdul Hayat, bagaimana- pun masyarakat mau yang kritis yang apatis semuanya adalah masyarakat Desa Suka Haji. Dan saya berharap imbuhnya, kedepan masyarakat Desa Sukahaji itu menjadi masyarakat yang kritis dan kreatip dan inovatif dan tidak materialistis.(Budi).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *