KABUPATEN BANDUNG —Tribun Tipikor .Com // Kelompok Tani (Poktan) Cipta Karya Mekar terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui pembangunan penampungan air yang diharapkan dapat menunjang kebutuhan pengairan lahan pertanian di Desa Sukawening.
Pembangunan tersebut merupakan hasil bantuan pemerintah melalui kementerian yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan air untuk mengairi sawah.
Ketua UPKK sekaligus yang turut membantu Poktan Cipta Karya Mekar, Rudi Siomantri, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat petani.
“Alhamdulillah, kami mendapat bantuan dari pemerintah melalui kementerian. Kami mengucapkan terima kasih karena bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya untuk pengairan sawah,” ujar Rudi.
Menurutnya, keberadaan penampungan air tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta memberikan hasil panen yang lebih baik bagi para petani.
“Dengan adanya penampungan air ini, kami berharap hasil pertanian masyarakat bisa lebih baik dan memuaskan. Selain itu, tentunya diharapkan juga dapat mendukung program ketahanan pangan nasional,” katanya.
Untuk pembangunan tersebut, anggaran yang dialokasikan berada di kisaran Rp123000000 Pengerjaan pada awalnya ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 21 hari.
Namun, dalam proses pelaksanaannya terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait ketersediaan air. Kondisi tersebut menyebabkan pekerjaan sempat mengalami penundaan. Selain itu, pekerjaan juga sempat terhenti selama kurang lebih empat hari pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan.
Rudi menjelaskan, kebutuhan air pertanian di wilayah tersebut cukup besar. Terdapat sekitar 30 hektare lahan pertanian yang membutuhkan pasokan air. Meski demikian, pembangunan tahap awal diperkirakan baru dapat membantu pengairan sekitar 5 hektare lahan.
“Untuk sementara, kami fokus membantu pengairan di wilayah sebelah sini terlebih dahulu. Ke depannya, mudah-mudahan ada kesempatan dan rezeki untuk kembali mengajukan pembangunan penampungan atau saluran air di wilayah lainnya,” ungkapnya.
Sumber air yang akan dimanfaatkan berasal dari kawasan pegunungan serta saluran besar yang melintasi beberapa desa. Pembangunan penampungan air tersebut berlokasi di RT 02 RW 22.
Lebih lanjut, Rudi mengatakan bahwa pembangunan ini berawal dari aspirasi para petani yang mengajukan kebutuhan sarana pengairan. Aspirasi tersebut kemudian diperjuangkan dan diajukan kepada pemerintah agar dapat memperoleh dukungan program.
Selama ini, kelompok tani di wilayah tersebut dinilai cukup mengalami kesulitan dalam mengakses berbagai program bantuan. Karena itu, pihaknya berupaya membantu semaksimal mungkin agar kebutuhan dan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan.
Alhamdulillah, lanjutnya, proses pengajuan juga mendapatkan dukungan dan rekomendasi dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sehingga pengajuan bantuan dapat diteruskan ke kementerian.
“Kami ingin terus membantu masyarakat dan berusaha membangun daerah, terutama dalam sektor pertanian.
Harapannya, dengan adanya sarana pengairan yang memadai, tanaman tidak lagi terbengkalai dan para petani bisa menggarap lahannya dengan lebih baik,” tuturnya.
Ke depan, Poktan Cipta Karya Mekar berharap pembangunan sarana pengairan tersebut dapat terus berlanjut secara bertahap. Dengan terpenuhinya kebutuhan air, produktivitas pertanian diharapkan semakin meningkat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.***(Iceu)





