“Skill Drill” Desa Penyaring: Perkuat Ketangguhan, Asah Kemampuan Pertolongan Gawat Darurat

Sumbawa Besar, NTB
tribuntipikor .Com – Komitmen membangun desa tangguh bencana terus diperkuat. Melalui kegiatan Skill Drill, Lembaga Resiliensi Bencana bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan ORARI Lokal Sumbawa menggelar pelatihan kemampuan komunikasi radio serta pertolongan pertama gawat darurat bagi tim Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Penyaring, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung penanganan korban dalam kondisi darurat dan penggunaan perangkat komunikasi radio sebagai sarana koordinasi saat bencana.

Ketua ORARI Lokal Sumbawa yang juga menjabat sebagai Kabid Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhamad Sagenta, SH, menegaskan bahwa kemampuan komunikasi dan pertolongan pertama merupakan dua aspek vital dalam penanganan kebencanaan.

“Dalam situasi darurat, kecepatan informasi dan kemampuan memberikan pertolongan pertama dapat menjadi penentu keselamatan korban. Karena itu, kemampuan ini harus terus diasah dan dilatih,” tegas Sagenta.

Sementara itu, Kepala Desa Penyaring, Abdul Wahab, SP, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas tim Desa Tangguh Bencana yang telah dibentuk di wilayahnya.

Menurutnya, Desa Penyaring memiliki komitmen kuat untuk membangun budaya siaga bencana di tengah masyarakat. Dengan pelatihan yang berkelanjutan, tim Destana diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melakukan respons cepat ketika terjadi bencana.

“Penguatan kapasitas tim Desa Tangguh Bencana merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Kami ingin masyarakat Desa Penyaring memiliki kemampuan dasar yang memadai dalam menghadapi situasi darurat, sehingga dampak bencana dapat diminimalisir,” ujar Abdul Wahab.

Kegiatan Skill Drill ini mendapat apresiasi dari peserta karena memberikan pengalaman langsung yang sangat bermanfaat dalam menghadapi kondisi nyata di lapangan. Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan tersebut juga memperkuat koordinasi antarrelawan dan unsur masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh.

Dengan adanya pelatihan rutin seperti ini, Desa Penyaring menunjukkan keseriusannya dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman bencana, sekaligus menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Sumbawa dalam mewujudkan budaya siaga dan tanggap darurat.
( Irwanto )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *