Pimpinan Baru BAZNAS Kuningan Resmi Dilantik, Perkuat Peran Zakat untuk Dorong Kesejahteraan Masyarakat

KUNINGAN –Tribun Tipikor.com

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan memasuki babak baru setelah lima pimpinan periode 2026–2031 resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Rabu (24/6/2026). Kepengurusan baru diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah guna mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat serta percepatan pengentasan kemiskinan di daerah.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan, Kantor Kementerian Agama, pimpinan organisasi keagamaan, akademisi, serta tokoh masyarakat.

Pengambilan sumpah jabatan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kuningan Nomor 877 Tahun 2026 tentang Penetapan Ketua dan Wakil Ketua Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan Periode 2026–2031.

Susunan pimpinan yang mendapat amanah untuk lima tahun ke depan terdiri atas H. Yusron Kholiq, S.Ag., M.Si. sebagai Ketua, H. Syarifudin, Lc., M.Pd. sebagai Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Asep Z. Fauzi, M.Pd. sebagai Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Adang Romadona, S.Pd.I. sebagai Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, serta Abdul Jalil Hermawan, M.I.Kom. sebagai Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum.

Dalam sambutannya, pemerintah daerah menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen sosial dan ekonomi yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat kurang mampu dengan potensi kepedulian umat. Melalui pengelolaan yang profesional dan akuntabel, dana zakat diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Selain berfungsi sebagai sarana ibadah, zakat juga dinilai mampu menjadi kekuatan sosial yang mendukung program pembangunan daerah, terutama dalam penanganan kemiskinan, pengangguran, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dunia usaha, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan tersebut.

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Anang Jauharuddin, M.M.Pd., yang turut hadir dalam kegiatan itu menekankan pentingnya transformasi pengelolaan zakat agar tidak hanya bersifat bantuan konsumtif, tetapi juga mampu mendorong lahirnya program-program produktif yang berkelanjutan.

Menurutnya, Kabupaten Kuningan memiliki potensi besar dalam pengembangan program zakat produktif. Tingginya partisipasi masyarakat serta keberhasilan berbagai program pemberdayaan menjadi modal penting untuk memperluas manfaat zakat bagi kelompok mustahik dan pelaku usaha mikro.

Salah satu indikator keberhasilan tersebut terlihat dari keberadaan Program Z-Mart UMKM yang menjadikan Kabupaten Kuningan sebagai daerah dengan jumlah titik terbanyak di Jawa Barat. Program itu dinilai berhasil membantu pelaku usaha kecil meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi mereka.

Dengan kepengurusan baru yang telah resmi menjalankan tugas, BAZNAS Kabupaten Kuningan diharapkan semakin mampu memperkuat kepercayaan publik, meningkatkan penghimpunan dana umat, serta memperluas program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan dan pembangunan yang berkelanjutan.

AHW

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *