Pandeglang, tribuntipikor.com.
Program Indonesia Pintar ( pip ) adalah program Pendidikan Nasional yang di gelontorkan pemerintah pusat melalui anggaran APBN diperuntukan bagi anak didik diseluruh indonesia.
Sangat ironis bila anggaran PIP tersebut disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
tribuntipikor mencoba menelusuri data laporan yang masuk di meja redaksi telah ditemukan Dugaan Dana anggaran PIP disalahgunakan di salah satu SD NEGERI 02 KERAMAT MANIK, Pandeglang terdapat penyimpangan dalam pengalokasian dana tersebut sejak tahun 2023 dan 2025, dari analisa data yang kami peroleh sebagai berikut.
Penerima Anggaran PIP di Tahun 2023 sejumlah 100 Siswa/i,
Dengan rincian sebesar Rp.49.500.000,- pada kenyataannya yang menerima Dana PIP hanya 26 Siswa/i dengan rincian sebesar Rp.11.475.000,-
Untuk pemberian Aktivasi Nominasi hanya 2 Siswa dengan rincian sebesar Rp.900.000,-.berikut Pemberian Relaksasi 72 Siswa/i dengan rincian sebesar, Rp.28.575.000,-.
Berikut di tahun 2025 jumlah Siswa/i penerima anggaran PIP sebanyak 125 dengan rincian anggaran sebesar Rp.50.175.000,- yang menerima sebanyak 68 Siswa/
Dengan rincian anggaran sebesar Rp.29.250.000,-.
Pemberian Aktivasi Nominasi 16 Siswa/i
Dengan rincian sebesar Rp.7.200.000,-.
Pemberian Relaksasi 41 Siswa/i
Dengan rincian sebesar Rp.13.725.000,-.
tribuntipikor.com mencoba mengkonfirmasi hal tersebut kepada Hudi Saputra Kepala Sekolah SDN 02 Keramat Manik,
Dengan arogannya menjawab hal ini bukan tanggung jawab saya,
saya harus menanyakan hal ini kepada bendahara, dan operator saya, jadi apa yang mau diklarifikasi kepada saya, dengan nada tinggi,
Silakan anda datang kesekolah saya, nanti saya pertemukan dengan bandahara saya, ujarnya.
Kekerasan secara verbal terhadap jurnalistik terulang kembali, seharusnya seorang Hudi Saputra ( Kasek SDN 02 Keramat Manik ) memberi contoh yang baik dalam menerima tamu, sebagai seorang pendidik tidak lah pantas dengan menjawab nada tinggi mengeluarkan kata kata tidak pantas, apa lagi ini diucapkan oleh seorang pendidik yang seharusnya menjadi panutan, bukan malah sebaliknya.
Andi Rian





