Kota Bandung Tribun Tipikorcom memperkuat ekosistem UMKM menjadi prioritas utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang inklusif dan berkelanjutan.
Sesuai amanat UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM dan Pergub Jawa Barat terkait pengembangan ekonomi kerakyatan, Kepala Dinas bersama jajaran menjalankan tufoksi pembinaan, pemberdayaan, serta fasilitasi akses pembiayaan, pasar, dan teknologi bagi pelaku usaha mikro kecil di 27 kabupaten/kota.
Dedikasi jajaran terlihat dari program “UMKM Jabar Juara” yang diperluas ke seluruh wilayah. Pendampingan intensif dilakukan melalui PLUT KUMKM di tiap daerah. Pelaku usaha dibimbing mulai dari legalitas usaha NIB, sertifikasi halal, PIRT, BPOM, hingga HAKI agar produk naik kelas dan siap masuk ritel modern.
Tanggung jawab terhadap peningkatan kapasitas SDM UMKM dijalankan konsisten. Sepanjang 2026, Dinas menggelar pelatihan digital marketing, manajemen keuangan, desain kemasan, hingga ekspor-impor di UPTD Pelatihan Koperasi dan UMKM Jabar. Ribuan pelaku usaha dilatih secara luring dan daring tanpa dipungut biaya.
Kinerja mumpuni juga dibuktikan dengan perluasan akses pembiayaan. Kepala Dinas aktif menjembatani UMKM dengan KUR, Kredit Mesra Jabar, dana bergulir LPDB, serta platform securities crowdfunding. Tim pendamping membantu menyusun proposal bisnis dan laporan keuangan agar pelaku usaha bankable dan layak dibiayai.
Digitalisasi UMKM menjadi program unggulan. Melalui kerja sama dengan marketplace nasional, e-commerce lokal, dan agregator ekspor, jajaran pegawai memfasilitasi onboarding produk UMKM Jabar ke platform digital. Gerai “Jabar Craft & Culinary” di Bandara Kertajati dan Stasiun Bandung juga dikelola untuk memperluas pasar offline.
Pada aspek promosi, Dinas rutin menggelar dan mengurasi keikutsertaan UMKM dalam pameran berskala regional hingga internasional. Tahun 2026, produk unggulan Jabar seperti fesyen muslim, kerajinan bambu, kopi, teh, dan makanan olahan berhasil tampil di Trade Expo Indonesia, INACRAFT, dan misi dagang ke Malaysia serta Timur Tengah.
Penguatan kelembagaan koperasi juga menjadi perhatian serius. Jajaran bidang koperasi melakukan revitalisasi koperasi tidak aktif, mendorong koperasi modern berbasis digital, serta mengawal penyaluran dana bergulir. Koperasi sektor produksi dan pemasaran didorong menjadi offtaker produk UMKM anggotanya.
Respons terhadap krisis dijalankan cepat dan terukur. Saat terjadi gejolak harga bahan baku dan dampak cuaca ekstrem, Dinas menyalurkan bantuan alat produksi, subsidi kemasan, dan membuka gerai bahan baku murah bersama Bulog serta distributor. Pendampingan cash flow juga diberikan agar UMKM tetap bertahan.
Transparansi program dijaga melalui dashboard “UMKM Jabar Digital”. Data pelatihan, bantuan, kurasi, dan capaian ekspor dapat diakses publik. Kanal pengaduan dan konsultasi dibuka 24 jam via WhatsApp Business dan media sosial resmi, dengan SLA respons maksimal 1×24 jam yang ditepati jajaran pegawai.
Dengan kepemimpinan yang visioner dan jajaran pegawai yang bekerja penuh tanggung jawab, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Barat berhasil menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Kinerja mumpuni ini terbukti dari naiknya jumlah UMKM naik kelas, omzet yang tumbuh, serta serapan tenaga kerja baru di Jawa Barat.
Budi Haryanto SE Wapemred





