Semangat Kartini tetap hidup dan relevan, terutama di era digital yang penuh tantangan sekaligus sebagai peluang.
Bojonegoro Jatim, tribuntipikor.com // Hari Kartini adalah saat yang penuh makna untuk mengenang perjuangan seorang wanita yang dengan keberanian dan visi besar membuka jalan bagi kesetaraan dan kemandirian perempuan.
Perempuan adalah motor penggerak perubahan. Melalui pendidikan, keterampilan, dan akses teknologi, perempuan kini memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkontribusi dalam dunia usaha, keluarga, dan masyarakat.
Pemberdayaan berarti memberi ruang bagi perempuan untuk berinovasi, memimpin, dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Di jaman Era digital saat ini, membuka cakrawala baru bagi perempuan untuk membangun usaha, memperluas jejaring, dan mengembangkan karier.
Kemandirian bukanlah sekadar cita-cita, melainkan kenyataan yang dapat diraih dengan semangat belajar, keberanian mencoba, dan ketekunan menghadapi tantangan.
Seperti Perempuan Bojonegoro dan Indonesia pada umumnya kini dapat berdiri tegak sebagai pelaku utama dalam ekonomi kreatif dan UMKM.
Perjuangan Kartini di masa kini adalah perjuangan untuk memastikan perempuan tidak hanya hadir, tetapi juga berdaya dan berpengaruh.
“Memaknai perjuangan Kartini berarti menjadikan nilai-nilai beliau sebagai inspirasi untuk menjaga budaya, tradisi, dan identitas bangsa, sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman”.
Motto: Mari kita jadikan Hari Kartini sebagai pengingat bahwa setiap perempuan memiliki kekuatan untuk mengubah dunia. Dengan semangat Kartini, perempuan Indonesia akan terus maju, mandiri, dan berdaya, serta menjadi teladan dalam menjaga budaya dan tradisi leluhur sambil menatap masa depan dengan penuh harapan.
ASIA SMALL BUSINESS FEDERATION (ASBF) Area Bojonegoro menyampaikan penghormatan dan doa agar semangat Kartini senantiasa menyala dalam hati setiap perempuan Indonesia, menjadikan mereka cahaya yang menerangi jalan bangsa menuju kejayaan. (KingSoli)
Sumber: R. SUSILO INDRIANTO, S.Pd., S.T., MM. Executive Area Bojonegoro.





