BEKASI, TRIBUNTIPIKOR ONLINE _
Sejarah Bekasi dimulai dari masa Kerajaan Tarumanegara sebagai ibu kota Dayeuh Sundasembawa (abad ke-5), dengan nama Bekasi berasal dari kata ‘Bagasasi’ atau Chandrabaga, merujuk pada sungai yang melintasinya. Setelah berbagai masa kekuasaan (Galuh, Pajajaran), wilayah ini menjadi bagian penting pada masa kolonial dan perjuangan kemerdekaan, hingga akhirnya resmi menjadi Kabupaten Bekasi pada 15 Agustus 1950, lalu berkembang menjadi Kota Bekasi yang sekarang.
Masa Kerajaan dan Kolonial
Tarumanegara: Bekasi adalah ibu kota kerajaan bernama Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, dengan Maharaja Tarusbawa sebagai pendiri.
** Prasasti Tugu:** Mencatat penggalian Sungai Chandrabaga (sekarang Kali Bekasi), yang menghubungkan wilayah ini.
** Pajajaran:** Wilayah strategis penghubung antara Sunda Kelapa dan pedalaman, dibuktikan dengan Prasasti Kebantenan (Prabu Siliwangi).
Kolonial Belanda: Menjadi bagian dari Distrik Meester Cornelis (Jatinegara), dikuasai tuan tanah Tionghoa, lalu dihapus dan menjadi bagian dari Batavia En Omelanden.
Periode Kemerdekaan
1950: Rakyat Bekasi menuntut penggantian nama Kabupaten Jatinegara menjadi Kabupaten Bekasi, yang terwujud melalui UU No. 14 Tahun 1950.
Kantor Bupati: Pindah dari Jatinegara ke Kota Bekasi (Jl. H. Juanda) pada 1960, lalu ke Jl. A. Yani pada 1982.
** Kota Administratif:** Diresmikan pada 20 April 1982, dengan wali kota pertama H. Soedjono.
Kota Bekasi: Naik status menjadi Kotamadya pada 1996, dan terus berkembang menjadi salah satu kota besar di Indonesia.
Julukan dan Budaya
Kota Patriot: Julukan ini mencerminkan semangat juang rakyat Bekasi dalam melawan penjajah.
Pertemuan Budaya: Daerah ini menjadi titik pertemuan suku Sunda dan Betawi. (REDAKSI)
SEJARAH BEKASI TEMPO DOELOE





