MUSDAD III Kuala Behe:Richy, SH Terpilih Aklamasi Pimpin DAD Kecamatan Kuala Behe Periode 2026-2031

Kuala Behe, Landak, Kalbar – TRIBUNTIPIKOR.COM

Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan mewarnai pelaksanaan Musyawarah Dewan Adat Dayak (MUSDAD) III Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Selasa (6/10/2026).

Bertempat di Aula Kantor Camat Kuala Behe, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat adat Dayak di Kecamatan Kuala Behe dalam menentukan kepemimpinan Dewan Adat Dayak (DAD) untuk lima tahun ke depan.

Dalam musyawarah tersebut, dua nama mencalonkan diri sebagai Ketua DAD Kecamatan Kuala Behe, yakni Ir.Yahuda Oron, S.Pd.K dan Richy, S.H.
Setelah melalui proses musyawarah, akhirnya Richy, S.H. terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Adat Dayak Kecamatan Kuala Behe periode 2026-2031.

Terpilihnya Richy secara aklamasi disambut sebagai bentuk kepercayaan masyarakat adat kepada sosok yang diharapkan mampu membawa DAD Kecamatan Kuala Behe semakin solid, serta mampu menjadi rumah bersama dalam menjaga adat, budaya, persatuan dan keharmonisan masyarakat.

MUSDAD III tersebut turut dihadiri perwakilan Ketua DAD Kabupaten Landak, Cahya Tanus, S.H., Plt. Ketua DAD Kecamatan Kuala Behe Herman Masnur, Camat Kuala Behe,Kepala Desa Kuala Behe,Kepala Desa Tanjung Balai, Kepala Desa Angkanyar, Kepala Desa Sejowet, para Temanggung Binua yang ada di Kecamatan Kuala Behe, para Pasirah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Cahya Tanus, S.H., mewakili Ketua DAD Kabupaten Landak, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya MUSDAD III Kecamatan Kuala Behe sekaligus atas terpilihnya Richy, S.H. sebagai Ketua DAD Kecamatan Kuala Behe periode 2026-2031.

Cahya berharap kepemimpinan DAD Kecamatan Kuala Behe yang baru dapat membawa peningkatan dalam pelayanan adat serta mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Menurutnya, DAD tidak hanya memiliki tugas dalam menyelesaikan persoalan adat, tetapi juga mempunyai peran penting dalam menjaga dan mengembangkan seni serta budaya Dayak yang menjadi warisan leluhur.
Ia juga berharap toleransi dan kerukunan antar-suku, adat dan budaya di Kecamatan Kuala Behe dapat terus dipelihara.

“Kami berharap dengan terpilihnya Ketua DAD Kecamatan Kuala Behe yang baru dapat memberikan peningkatan serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Seni dan budaya juga harus terus ditingkatkan, serta toleransi antar-suku, adat dan budaya harus tetap dijaga,” ujar Cahya.

Ia menambahkan, setiap perkara yang berkaitan dengan adat diharapkan dapat diselesaikan secara cepat, tepat dan sesuai dengan ketentuan serta berpedoman pada Aturan Adat Dayak yang berlaku di kabupaten landak.

Sementara itu, Richy, S.H., menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin DAD Kecamatan Kuala Behe selama periode 2026-2031.

Ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh pengurus adat, para Temenggung Binua, Pasirah dan seluruh masyarakat adat yang telah memberikan kepercayaan tersebut.

Menurut Richy, amanah tersebut bukanlah sebuah kebanggaan pribadi, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan bersama.

Ia berkomitmen menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan mengedepankan musyawarah serta mufakat dalam setiap penyelesaian persoalan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Amanah ini akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Dalam menyelesaikan setiap persoalan, kita akan mengedepankan musyawarah dan mufakat, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan maupun diuntungkan,” ungkap Richy.

Ia menegaskan, dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua DAD Kecamatan Kuala Behe, dirinya akan berpedoman pada peraturan Dewan Adat Dayak Kabupaten Landak serta tetap mengedepankan kepentingan masyarakat adat.

Baginya, adat bukan sekadar aturan yang diwariskan oleh para leluhur, tetapi juga merupakan nilai yang mengajarkan masyarakat untuk hidup berdampingan, saling menghormati dan menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin.
Menjaga Warisan Leluhur, Merawat Persatuan.

MUSDAD III Kecamatan Kuala Behe bukan hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa adat dan budaya merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Di tengah perkembangan zaman, tantangan terhadap keberlangsungan budaya lokal semakin besar. Karena itu, keberadaan Dewan Adat Dayak diharapkan tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga aktif merawat nilai-nilai adat, seni, budaya dan kebersamaan masyarakat.

Dengan terpilihnya Richy, S.H. secara aklamasi, masyarakat adat Kuala Behe kini menaruh harapan baru agar kepemimpinan lima tahun ke depan dapat semakin memperkuat persatuan.

Ketua Panitia MUSDAD III Kecamatan Kuala Behe, Siel, S.Pd., turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Richy, S.H. atas amanah yang dipercayakan kepadanya.

Ia berharap Ketua DAD Kecamatan Kuala Behe yang baru dapat menjalankan tugas dan fungsi dengan baik dan mampu membawa lembaga adat semakin dekat dengan masyarakat.

Sebab pada akhirnya, adat bukan hanya tentang siapa yang memimpin, tetapi tentang bagaimana sebuah nilai leluhur tetap hidup, dihormati dan menjadi jembatan persatuan di tengah masyarakat.

MUSDAD III Kecamatan Kuala Behe pun menjadi awal perjalanan baru bagi DAD Kecamatan Kuala Behe untuk lima tahun mendatang,dengan harapan adat tetap teguh, budaya tetap hidup, dan persaudaraan masyarakat tetap terjaga.
(Sgt).

Pos terkait