Ciamis, 24 September 2026
tribuntipikor.com
Siswa SMK Negeri 1 Panjalu, Ciamis, Jabar, mengikuti kegiatan sosialisasi mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan oleh Kepolisian Resor Ciamis pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan tersebut membahas pentingnya penggunaan teknologi AI secara bijak, aman, etis, dan bertanggung jawab, terutama dalam pembuatan karya serta menghadapi penyebaran informasi palsu atau hoaks.
Kegiatan yang diikuti oleh beberapa sekolah di Kabupaten Ciamis tersebut dilaksanakan di Lab AKL dan Lab 1 TJKT SMK Negeri 1 Panjalu. Dari SMK Negeri 1 Panjalu, sekitar 15 siswa turut mengikuti kegiatan dan mendapatkan materi yang disampaikan oleh pemateri dari Kepolisian Resor Ciamis.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman dasar mengenai Artificial Intelligence (AI). AI merupakan teknologi yang memungkinkan komputer atau sistem digital melakukan berbagai tugas yang sebelumnya membutuhkan kemampuan manusia, seperti memahami bahasa, mengolah informasi, mengenali gambar, memberikan rekomendasi, hingga membantu menghasilkan teks, gambar, audio, dan berbagai bentuk karya lainnya.
Pemateri menjelaskan bahwa perkembangan AI memberikan banyak manfaat bagi pelajar. AI dapat dimanfaatkan untuk mencari ide, membantu memahami materi pembelajaran, menerjemahkan bahasa, mengolah informasi, serta mendukung proses kreatif dalam menghasilkan sebuah karya. Meskipun demikian, AI tetap harus digunakan sebagai alat bantu dan bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir manusia. Setiap hasil yang diberikan AI perlu dipahami, diperiksa, dan disesuaikan kembali oleh penggunanya.
Peserta juga mendapatkan materi mengenai penggunaan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab. Dalam membuat karya dengan bantuan AI, pengguna perlu memperhatikan keaslian karya, hak cipta, sumber informasi, serta dampak dari konten yang dibuat. AI tidak seharusnya digunakan untuk menghasilkan konten yang merugikan orang lain, melakukan penipuan, ataupun menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah “Fighting Hoax with AI” atau melawan hoaks dengan memanfaatkan AI. Materi ini diterapkan melalui permainan visual novel atau cerita interaktif berjudul “Jeda” yang tersedia di Senopati Academy. Melalui permainan tersebut, siswa diajak mengikuti alur cerita dan memahami pentingnya mengenali serta memeriksa informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan verifikasi informasi dengan memeriksa sumber berita, membandingkan informasi dari beberapa sumber terpercaya, memperhatikan waktu dan konteks informasi, serta tidak mudah percaya terhadap judul atau konten yang bersifat provokatif. Kebiasaan melakukan pengecekan tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyebaran hoaks.
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan pembuatan prompt. Prompt merupakan perintah atau instruksi yang diberikan kepada AI untuk menghasilkan respons sesuai kebutuhan pengguna. Dalam menggunakan AI, siswa perlu memberikan instruksi yang jelas dan spesifik dengan menjelaskan tujuan, konteks, serta bentuk hasil yang diinginkan. Dengan prompt yang baik, pengguna dapat memperoleh hasil yang lebih sesuai dengan kebutuhannya.
Aspek keamanan data juga menjadi bagian penting dalam sosialisasi. Peserta diingatkan agar tidak sembarangan memasukkan data pribadi maupun informasi sensitif ke dalam layanan AI. Data seperti kata sandi, nomor identitas, informasi keuangan, dokumen rahasia, serta data pribadi orang lain harus dijaga dan tidak dibagikan secara sembarangan. Pemahaman mengenai keamanan data diperlukan agar penggunaan teknologi AI tidak menimbulkan risiko bagi pengguna maupun orang lain.
Kegiatan tersebut juga membahas arah perkembangan AI yang semakin luas dan mulai digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, dunia kerja, industri kreatif, dan dunia usaha. Perkembangan tersebut membuat kemampuan memahami dan menggunakan AI secara tepat menjadi semakin penting bagi generasi muda.
Salah satu peserta, Melvin Valentino Wijaya, siswa kelas XI DKV SMK Negeri 1 Panjalu, menyampaikan pengalamannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa AI masih dapat mengalami kesalahan dalam memahami perintah yang diberikan oleh pengguna sehingga hasilnya perlu diperiksa kembali sebelum dipublikasikan.
“AI kadang salah menerjemahkan perintah yang kita inginkan. Kalau kita langsung mempublikasikannya tanpa mengecek kembali, hasilnya bisa tidak sesuai. Jadi, kita harus tetap mengecek dan memahami hasil yang diberikan AI sebelum digunakan,” ujar Melvin.
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga mengakses Senopati Akademi, sebuah platform pembelajaran yang menyediakan permainan interaktif dan modul materi. Penggunaan platform tersebut membuat proses pembelajaran menjadi lebih interaktif karena siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan secara langsung, tetapi juga dapat mengikuti aktivitas dan mempelajari materi yang tersedia melalui platform tersebut.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, siswa SMK Negeri 1 Panjalu diharapkan semakin memahami manfaat dan risiko penggunaan kecerdasan artifisial. Dengan pengetahuan tersebut, siswa dapat memanfaatkan AI untuk mendukung proses belajar dan berkarya secara kreatif, sekaligus tetap mengedepankan sikap kritis, etika, keamanan data, serta melakukan verifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi.
” 391 ” & SMKN 1 Panjalu






