WOW! DISHUB SUMBAWA TURUN GUNUNG! TITIK RAWAN KECELAKAAN DISISIR, HALTE EMPANG–TARANO DISIAPKAN

Sumbawa Besar NTB tribuntipikor . Com — Keselamatan pengguna jalan tidak boleh berhenti sebagai slogan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa mulai menunjukkan langkah konkret dengan turun langsung menyisir kebutuhan perlengkapan jalan dan rencana pembangunan halte di wilayah yang memiliki aktivitas lalu lintas tinggi.

Dipimpin Kepala Dishub Kabupaten Sumbawa, H. Rosihan, S.T., M.T., tim Dishub melakukan survei lapangan di dua titik strategis, yakni Simpang Lamenta, Kecamatan Empang, dan Simpang Kerongkeng, Kecamatan Tarano, Rabu (9/9/2026).

Kedua lokasi tersebut menjadi perhatian karena merupakan jalur yang banyak dilalui kendaraan, termasuk angkutan penumpang maupun angkutan barang.

Turut mendampingi Kadishub, Kepala Bidang Prasarana Perhubungan Arpandinata, S.AP., Kepala Seksi Perencanaan Pembangunan Prasarana Perhubungan Putera Wijaya Ningrat, S.AP., bersama tim teknis Dishub Sumbawa.

Survei tidak sekadar melihat lokasi. Tim melakukan pemetaan kebutuhan rambu-rambu lalu lintas, cermin tikungan, hingga penentuan titik paling ideal untuk penempatan halte.

Pesannya jelas: masyarakat harus memiliki ruang yang aman ketika naik maupun turun dari kendaraan, tanpa mengorbankan keselamatan pengguna jalan lainnya.

«“Kami tidak ingin ada lagi korban di jalan karena ketidaktersediaan fasilitas. Survey ini adalah langkah awal kami untuk memastikan setiap infrastruktur yang dibangun benar-benar tepat sasaran, aman, dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tegas H. Rosihan di sela-sela kegiatan.»

HALTE BUKAN SEKADAR BANGUNAN

Dishub menegaskan, penempatan halte tidak boleh dilakukan asal jadi. Lokasi harus mempertimbangkan standar teknis, kondisi geometrik jalan, jarak dari tikungan tajam, ruang tunggu, hingga akses bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

Artinya, pembangunan halte harus benar-benar menjawab kebutuhan keselamatan, bukan sekadar mengejar tersedianya fasilitas fisik.

Simpang Lamenta dan Simpang Kerongkeng dipilih bukan tanpa alasan. Tingginya mobilitas kendaraan dan aktivitas masyarakat membuat keberadaan fasilitas keselamatan transportasi menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.

«“Dua simpang ini adalah jalur utama yang banyak dilalui kendaraan angkutan penumpang dan barang. Dengan adanya halte dan perlengkapan jalan yang memadai, kita harapkan angka kecelakaan bisa ditekan,” jelasnya.»

JANGAN BERHENTI DI SURVEI!

Langkah turun lapangan Dishub Sumbawa patut diapresiasi. Namun, publik tentu akan menunggu langkah berikutnya: kapan hasil survei diwujudkan?

Sebab, keselamatan pengguna jalan tidak cukup hanya dengan pemetaan, rapat, dan perencanaan. Fasilitas keselamatan harus benar-benar hadir di lapangan dan dirasakan masyarakat.

Warga Empang dan Tarano berharap rencana tersebut tidak berhenti sebagai dokumen survei. Mereka membutuhkan halte, rambu, cermin tikungan, dan perlengkapan keselamatan lainnya yang benar-benar berfungsi.

Dishub Sumbawa kini telah membuka langkah awal. Tantangannya adalah memastikan komitmen tersebut berujung pada tindakan nyata.

Karena satu fasilitas keselamatan yang tepat sasaran bisa menjadi pembeda antara perjalanan yang aman dan tragedi di jalan.

Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera tidak cukup diucapkan. Keselamatan rakyat harus dibuktikan di jalan raya.
( Irwanto )

Pos terkait