Kota Bandung Tribun Tipikor com Bapak Camat Buahbatu menjadikan penanganan sampah sebagai prioritas utama. Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat dan Walikota Bandung tentang “Bandung Bersih” dan Gerakan Kang Pisman, beliau memastikan 4 kelurahan di wilayah Buahbatu bergerak bersama menjaga kebersihan lingkungan.
Penjabaran kebijakan ke tingkat kelurahan dan RW*
Arahan pimpinan daerah tidak berhenti di atas kertas. Camat Buahbatu rutin menggelar rakor dengan lurah, ketua RW/RT, LPM, dan kader lingkungan. Tujuannya agar program pemilahan sampah, pengurangan sampah plastik, dan kebersihan selokan dijalankan seragam di seluruh wilayah.
Penguatan Gerakan Kang Pisman di masyarakat*
Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan menjadi jargon utama. Camat bersama staf kelurahan turun langsung mensosialisasikan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah. Warga diedukasi agar tidak membuang sampah ke sungai dan membuang pada jam yang sudah ditentukan.
Pemberdayaan bank sampah dan ekonomi sirkular*
Di bawah koordinasi Camat, Bank Sampah di beberapa RW di Buahbatu diaktifkan kembali. Pelatihan pembuatan kompos, maggot, dan ecobrick juga difasilitasi. Sampah yang tadinya beban, kini bisa jadi tambahan penghasilan warga. Ini sejalan dengan visi ekonomi hijau dari Pemprov dan Pemkot.
Operasi bersih dan pembersihan saluran air*
Camat memimpin operasi bersih setiap minggu bersama Satgas Kebersihan, DLH, dan masyarakat. Titik rawan seperti pasar, terminal, dan bantaran sungai Cikapundung dipantau. Pembersihan drainase juga digencarkan untuk mencegah banjir dan penyebaran penyakit saat musim hujan.
Penegakan Perda dan edukasi berkelanjutan*
Sosialisasi Perda Kota Bandung No. 9 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah terus dilakukan. Spanduk, pengumuman di masjid, dan grup WA RW digunakan sebagai media. Pendekatan persuasif dikedepankan, namun sanksi tetap diterapkan bagi warga yang membuang sampah sembarangan.
Sinergi dengan DLH dan kewilayahan*
Bapak Camat aktif berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung terkait jadwal pengangkutan, armada, dan titik TPS. Jika ada keluhan TPS penuh atau truk telat, laporan cepat diteruskan agar segera ditindaklanjuti. Koordinasi ini penting agar sistem berjalan lancar.
Pelibatan sekolah, komunitas, dan dunia usaha*
Sekolah, Karang Taruna, PKK, dan komunitas peduli lingkungan diajak terlibat. Lomba kebersihan antar RW, taman dari barang bekas, dan mural lingkungan digelar. Pelaku usaha dan pasar juga dibina agar mengelola sampahnya sendiri sesuai arahan Pemkot.
Pemantauan dan evaluasi rutin*
Camat melakukan monitoring langsung ke lapangan. Kelurahan yang kinerjanya baik diberi apresiasi, sementara yang masih kurang dibina. Data aduan warga melalui aplikasi juga ditindaklanjuti. Evaluasi ini dilakukan agar program kebersihan tidak seremonial, tapi berdampak nyata.
Target Buahbatu Bersih, Sehat, dan Bebas Sampah*
Dengan menjalankan tupoksi sesuai arahan Gubernur dan Walikota, Bapak Camat Buahbatu menargetkan wilayahnya menjadi kecamatan bersih, sehat, dan nyaman. Bagi beliau, menjaga kebersihan adalah bagian dari melayani masyarakat. Dan pelayanan terbaik dimulai dari lingkungan yang bersih.
Melalui kepemimpinan yang turun langsung dan konsisten, Kecamatan Buahbatu membuktikan bahwa arahan pimpinan daerah akan berhasil jika dikawal dengan kerja nyata dan gotong royong bersama warga.
Budi Haryanto SE Wapemred





