Gerakan Perilaku Hidup Sehat Digencarkan, Dinkes Kuningan Ajak Masyarakat Jadikan GERMAS sebagai Budaya Sehari-hari

Kuningan-Tribun Tipikor.com

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat membudayakan Perilaku Hidup Sehat (PHS) sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Melalui publikasi edukatif yang disampaikan di media sosial resmi, Dinkes Kuningan menegaskan bahwa kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang harus dimulai dari kebiasaan sederhana namun dilakukan secara konsisten.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS, mengatakan bahwa penerapan Perilaku Hidup Sehat menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mencegah munculnya berbagai penyakit.

“Perilaku hidup sehat adalah kebiasaan yang dilakukan secara sadar untuk menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan. Dengan membiasakan pola hidup sehat, masyarakat dapat hidup lebih produktif, berkualitas, dan bahagia,” ujarnya.

Dalam kampanye tersebut, Dinkes Kuningan mengajak masyarakat membiasakan enam langkah sederhana, yakni rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, mengonsumsi sayur dan buah, mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir, tidak merokok, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sedikitnya satu kali dalam setahun, serta menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan jamban sehat.

Selain mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perubahan perilaku, Dinkes Kuningan juga mengingatkan bahwa layanan Cek Kesehatan Gratis tersedia di puskesmas sebagai upaya deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit tidak menular.

Program ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan RI yang menempatkan promosi kesehatan sebagai strategi utama dalam membangun masyarakat yang lebih sehat melalui pendekatan preventif dan pemberdayaan masyarakat.

Dinkes Kabupaten Kuningan berharap budaya hidup sehat tidak hanya menjadi kampanye sesaat, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan oleh setiap individu, keluarga, hingga lingkungan sekitar.

andri hadiwiyono

Pos terkait