Sumbawa Besar, NTB – Tribuntipikor.com – Respons cepat jajaran Satlantas Polres Sumbawa dalam menangani korban kecelakaan lalu lintas mendapat apresiasi dari pihak keluarga. Namun, di sisi lain, keluarga korban menyoroti lambannya pelayanan di RSUD Sumbawa dan meminta Bupati Sumbawa segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas layanan kesehatan.
Peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi pada Minggu (26/07/2026) sekitar pukul 16.15 WITA di depan Kantor Bea Cukai Sumbawa. Korban kemudian mendapatkan penanganan awal sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Kota Mataram.
Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhani, S.H., S.I.K., melalui Kasat Lantas AKP Belly Rizaldi Nata Indra, S.Tr.K., S.I.K., membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Korban dirujuk ke RSUP Mataram pada 29 Juli 2026, namun dalam perjalanan nyawanya tidak dapat diselamatkan.
“Kasus kecelakaan ini masih dalam proses penyelidikan untuk mendalami penyebab serta akibat yang ditimbulkan,” ujar Kasat Lantas.
Keluarga korban menyampaikan apresiasi kepada Satlantas Polres Sumbawa yang dinilai sigap membantu proses evakuasi, penanganan, serta memberikan pendampingan kepada keluarga sejak awal kejadian.
Namun demikian, orang tua korban kepada media ini, Rabu (29/07/2026), mengaku kecewa terhadap pelayanan RSUD Sumbawa. Menurutnya, proses penanganan dinilai terlambat karena ambulans yang akan digunakan sedang mengisi bahan bakar.
“Kami sangat menyayangkan keterlambatan tersebut. Informasi yang kami terima, ambulans sedang pergi mengisi bahan bakar,” ungkap orang tua korban.
Peristiwa ini memunculkan desakan agar Bupati Sumbawa segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan darurat di RSUD Sumbawa. Ketersediaan ambulans, kesiapan petugas, serta standar operasional pelayanan dinilai harus menjadi perhatian serius agar tidak terjadi lagi keterlambatan penanganan pasien dalam kondisi kritis.
Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap keluhan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Evaluasi yang objektif dan perbaikan sistem dianggap penting agar pelayanan kepada masyarakat benar-benar cepat, profesional, dan mengutamakan keselamatan pasien
( Irwanto )





