Bukan Kalangan Elit, Kuli Pengecatan Tiang Fiber di Pinggir Jalan Ikut Beri Ucapan Selamat Hari Bhayangkara ke-80

BEKASI -TribunTipikor.com

​ BEKASI – Riuh rendah perayaan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya milik para pejabat tinggi atau kalangan elit dengan karangan bunga mewahnya. Di sudut trotoar jalanan Raya Narogong Rawa lumbu Bekasi yang terik, Rabu (1/7/2026), seorang kuli pengecatan tiang kabel fiber optik menunjukkan bahwa rasa memiliki terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) juga tertanam kuat di hati masyarakat kecil.

​Sambil memegang plastik kantong es diwaktu istirahatnya dan memakai perlengkapan helm safety yang sudah belepotan, pekerja kasar bernama , Martono (34) ini menyempatkan diri menghentikan pekerjaannya sejenak. Dengan pakaian yang penuh noda cat hitam-putih dan peluh yang bercucuran, ia memberikan ucapan selamat ulang tahun yang jujur dan menyentuh untuk Polri.

​”Saya cuma kuli kecil yang tiap hari kerja di pinggir jalan, ngecat tiang fiber. Tapi dari jalanan ini, saya mau mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 untuk Polri. Semoga bapak-bapak polisi selalu sehat, makin jaya, dan terus menjaga kami yang cari nafkah di jalanan,” ujar Martono tulus.

​Doa Sederhana dari Pinggir Jalan
​Sebagai pekerja yang menghabiskan waktu belasan jam di jalanan terbuka, Akbar ,mengaku sangat merasakan pentingnya kehadiran polisi. Baginya, rasa aman saat bekerja di area publik adalah modal utama agar ia bisa pulang membawa rezeki untuk Bapak dan Ibu di rumah.

​”Kalau di jalanan kan rawan ya, Mas. Tapi kalau sering lihat ada patroli polisi lewat, rasanya kami yang kerja di pinggir jalan begini jadi merasa tenang dan dilindungi. Makanya, pas tahu hari ini ulang tahun Polri, saya spontan saja pengen ikut ngucapin,” tambahnya sambil tersenyum ramah.

​Bukti Polri Milik Semua Lapisan
​Aksi sederhana, Akbar ini menjadi potret nyata bahwa Hari Bhayangkara ke-80 merupakan pesta bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa memandang kasta atau profesi. Ketulusan dari seorang kuli pengecat tiang fiber ini justru terasa lebih bermakna karena lahir dari realitas kehidupan masyarakat akar rumput yang paling bawah.

​Momen hangat yang sempat direkam oleh seorang pengendara jalan ini kini mulai menarik perhatian di media sosial. Ucapan jujur tanpa skenario dari pinggir jalan ini menjadi pengingat di usia Polri yang ke-80, bahwa harapan terbesar masyarakat adalah agar institusi kepolisian tetap menjadi pelindung yang merakyat dan dicintai oleh siapa saja.(Marsoni)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *