TANGGAMUS – Upaya sejumlah wartawan untuk melakukan konfirmasi terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK Negeri 1 Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Lampung, belum membuahkan hasil. Kepala sekolah yang hendak dikonfirmasi disebut belum dapat ditemui saat awak media mendatangi sekolah tersebut.
Salah seorang wartawan, Sahidi, selaku Kepala Biro Harian GNotif, mengatakan dirinya bersama beberapa rekan jurnalis datang ke SMKN 1 Talang Padang untuk menjalankan tugas jurnalistik dan meminta penjelasan terkait sejumlah informasi mengenai realisasi anggaran sekolah.
Menurutnya, setibanya di sekolah mereka diterima oleh salah seorang guru dan dipersilakan mengisi buku tamu sebelum menunggu kedatangan kepala sekolah.
“Kami diterima dengan baik oleh salah satu guru dan diminta menunggu. Namun setelah beberapa waktu, kami mendapat informasi bahwa kepala sekolah belum bisa menemui kami,” ujar Sahidi.
Ia menilai keterbukaan informasi sangat penting, terutama terkait penggunaan anggaran publik yang bersumber dari negara. Menurutnya, kehadiran wartawan bertujuan memperoleh informasi yang berimbang dan memberikan ruang klarifikasi kepada pihak sekolah.
“Wartawan datang untuk melakukan konfirmasi dan memperoleh informasi yang lengkap. Kami berharap dapat bertemu langsung agar mendapatkan penjelasan dari pihak sekolah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, wartawan juga berupaya meminta klarifikasi terkait penggunaan dana BOS yang diterima sekolah. Berdasarkan data yang beredar, SMKN 1 Talang Padang tercatat menerima dana BOS sekitar Rp1.067.200.000 pada tahun 2024 dan Rp1.096.800.000 pada tahun 2025 untuk mendukung operasional pendidikan.
Karena itu, keterbukaan informasi mengenai perencanaan dan realisasi penggunaan anggaran dinilai penting sebagai bagian dari prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana publik.
Selain itu, muncul pula informasi mengenai adanya pemberian amplop kepada awak media yang disebut sebagai titipan dari kepala sekolah. Namun informasi tersebut masih berupa pengakuan narasumber dan belum mendapat tanggapan resmi dari pihak sekolah. Wartawan yang bersangkutan mengaku menolak pemberian tersebut karena ingin menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan independen.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMKN 1 Talang Padang, Jamnur Hady, belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai informasi yang berkembang. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi secara berimbang.
Sejumlah pemerhati pendidikan menilai sekolah sebagai lembaga publik perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan media, terutama terkait pengelolaan anggaran dan pelayanan pendidikan. Di sisi lain, pihak sekolah juga memiliki hak untuk memberikan klarifikasi sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku.
Keterbukaan informasi, transparansi pengelolaan anggaran, serta komunikasi yang baik antara institusi pendidikan dan media dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan ( Husni )





