Kota Bandung Tribun Tipikorcom
Sejak program Makan Bergizi Gratis diluncurkan pemerintah, SPPG Arcamanik menjadi salah satu unit layanan yang konsisten menjaga kualitas dan ketepatan sasaran di wilayah Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung.
Tugas pokok SPPG adalah menyediakan makanan bergizi seimbang bagi peserta didik PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA serta ibu hamil dan menyusui di wilayah layanan. Kepala SPPG Arcamanik memastikan setiap menu yang disajikan telah memenuhi standar AKG dari Kemenkes dan BGN, dengan komposisi karbohidrat, protein hewani, sayur, buah, dan susu yang terukur.
Responsivitas jajaran SPPG terlihat dari sistem produksi dan distribusi yang disiplin. Proses dimulai pukul 03.00 WIB: penerimaan bahan baku, sortir, masak, pengemasan, hingga uji organoleptik dan keamanan pangan. Armda pengantar tiba di sekolah tepat waktu sebelum jam makan, dengan suhu makanan dijaga agar tetap layak konsumsi sesuai standar BPOM.
Pengawasan mutu dilakukan berlapis. Kepala SPPG bersama ahli gizi dan petugas keamanan pangan memeriksa bahan baku dari vendor UMKM lokal yang telah terverifikasi. Sertifikat halal, izin edar, dan hasil uji lab rutin menjadi syarat wajib. Setiap batch produksi memiliki kode produksi dan sampel makanan yang disimpan 2×24 jam untuk kebutuhan penelusuran.
Untuk memastikan keberterimaan, SPPG Arcamanik aktif melakukan uji rasa dan survei kepuasan di sekolah. Masukan siswa, guru, dan komite sekolah ditampung melalui kanal pengaduan. Jika ada keluhan, tim langsung melakukan investigasi dan perbaikan menu pada hari berikutnya. Pendekatan ini membuat tingkat food waste terus menurun sepanjang 2026.
Pemberdayaan ekonomi lokal menjadi perhatian utama. Kepala SPPG memprioritaskan belanja bahan baku ke petani, peternak, dan UMKM di Arcamanik serta Bandung Timur. Telur, ayam, sayur, buah, dan beras dipasok dari mitra lokal dengan sistem pembayaran cepat. Hal ini menggerakkan ekonomi wilayah sekaligus menjamin kesegaran bahan.
Edukasi gizi juga dijalankan jajaran SPPG bekerja sama dengan Puskesmas, sekolah, dan kader Posyandu. Penyuluhan isi piringku, cuci tangan pakai sabun, serta pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan rutin. Data tinggi badan dan berat badan siswa penerima manfaat dilaporkan ke Dinkes sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Transparansi operasional dijaga ketat. Papan informasi menu harian, nilai gizi, nama vendor, dan nomor layanan pengaduan dipasang di setiap sekolah penerima. Laporan realisasi anggaran, jumlah porsi, dan capaian program disampaikan berkala ke BGN, Pemkot Bandung, dan dipublikasikan agar publik dapat mengawasi.
Kesiapsiagaan tim SPPG terbukti saat ada kondisi khusus. Ketika terjadi cuaca ekstrem atau kendala distribusi, dapur menyiapkan menu alternatif dan skema pengantaran darurat. Untuk siswa berkebutuhan khusus atau alergi, disiapkan menu personal sesuai catatan dari pihak sekolah dan orang tua.
Dengan kinerja yang responsif, akuntabel, dan berpihak pada anak, Kepala SPPG Arcamanik Sukamiskin beserta jajaran pegawainya berhasil menjadi garda terdepan pemenuhan gizi di wilayahnya. Pelayanan yang konsisten ini berkontribusi nyata terhadap peningkatan status gizi, konsentrasi belajar, dan kualitas generasi penerus bangsa di Kota Bandung.
Budi Haryanto SE Wapemred





