Kepala MTsN 2 Kota Bandung beserta jajaran pendidik menempatkan prestasi siswa-siswinya sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan dan program madrasah

Kota Bandung Tribun Tipikorcom kegigihan kepsek beserta jajaran pendidik MTSN 2 kota Bandung ,ini sejalan dengan visi Kementerian Agama untuk mewujudkan madrasah yang hebat bermartabat, unggul dalam akademik maupun non-akademik.

Sejak awal tahun ajaran 2026, Kepala Madrasah menetapkan roadmap pembinaan prestasi yang terukur. Target keikutsertaan dan capaian lomba KSM, MYRES, KSN, OSN, AKSIOMA, KOMPETISI SAINS MADRASAH, serta kejuaraan olahraga dan seni disusun bersama seluruh guru pembina. Evaluasi dilakukan tiap triwulan untuk memastikan progres siswa.

Dukungan jajaran pendidik terlihat dari sistem pembinaan berjenjang. Siswa berpotensi dijaring melalui asesmen diagnostik, kemudian masuk kelas olimpiade, tahfidz unggulan, riset madrasah, dan ekstrakurikuler prestasi. Guru pembimbing memberikan pendampingan intensif di luar jam pelajaran tanpa memungut biaya tambahan dari siswa.

Fasilitas penunjang prestasi terus ditingkatkan. Kepala MTsN 2 Kota Bandung mengalokasikan anggaran untuk laboratorium IPA dan komputer, perpustakaan digital, ruang riset, studio seni, serta sarana olahraga. Akses internet cepat dan perangkat TIK disediakan agar siswa dapat mengikuti pelatihan dan lomba daring tingkat nasional.

Budaya literasi dan riset dibangun sejak kelas VII. Program “One Student One Research” mewajibkan siswa membuat karya tulis ilmiah sederhana dengan bimbingan guru. Hasilnya, tim MYRES MTsN 2 Kota Bandung tahun 2026 berhasil lolos ke tingkat provinsi dengan tema lingkungan dan teknologi tepat guna.

Prestasi non-akademik juga menjadi perhatian. Di bawah arahan Kepala Madrasah, pembina Pramuka, PMR, Paskibra, seni tari, hadroh, marawis, futsal, dan pencak silat aktif mengantarkan siswa meraih medali di AKSIOMA dan POPDA Kota Bandung. Nilai karakter, disiplin, dan sportivitas tetap menjadi landasan utama pembinaan.

Sinergi dengan orang tua dijalankan melalui komite madrasah dan paguyuban kelas. Sosialisasi program prestasi, try out, dan jadwal lomba disampaikan terbuka. Orang tua dilibatkan sebagai pendukung, motivator, dan sponsor kegiatan tanpa ada unsur pungutan yang memberatkan, sesuai Juknis Kemenag.

Peningkatan kompetensi guru menjadi kunci. Kepala MTsN 2 Kota Bandung memfasilitasi pelatihan metodologi olimpiade, penulisan karya ilmiah, coaching clinic, serta MGMP internal. Guru berprestasi diberi penghargaan dan kesempatan studi banding ke madrasah unggulan agar atmosfer kompetitif dan kolaboratif terjaga.

Sistem reward dan apresiasi diterapkan konsisten. Siswa berprestasi mendapat piagam, beasiswa, pembebasan biaya kegiatan, dan ditampilkan di “Wall of Fame” madrasah. Hal ini memicu motivasi siswa lain untuk berprestasi sekaligus menanamkan budaya berkompetisi secara sehat dan syar’i.

Dengan kepemimpinan yang visioner dan jajaran pendidik yang berdedikasi, MTsN 2 Kota Bandung tahun 2026 berhasil mengukir prestasi signifikan di tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Menjadikan prestasi siswa-siswi sebagai yang utama terbukti mampu mengangkat mutu madrasah sekaligus membentuk generasi berakhlak, cerdas, dan berdaya saing.

Budi Haryanto SE Wapemred

Pos terkait