Dinkes Kuningan Perkuat Kapasitas Bidan, Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Kuningan |Tribun Tipikor.com

Upaya memperkuat kualitas layanan kesehatan ibu dan anak terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan melalui program pembinaan tenaga kesehatan di lini terdepan. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan pembinaan bidan puskesmas yang digelar di Aula Wisma Permata, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan bidan koordinator dari berbagai puskesmas se-Kabupaten Kuningan. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk meningkatkan kapasitas profesional sekaligus menyelaraskan standar pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di tingkat fasilitas layanan dasar.

Melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Idik Sidik, menegaskan bahwa peran bidan sangat krusial dalam menekan angka risiko kesehatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan dan terstruktur.

“Bidan merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Penguatan kapasitas mereka akan berdampak langsung terhadap kualitas layanan yang diterima masyarakat,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kuningan, Hj. Nanay Haendrayani, yang menyoroti pentingnya sinergi antara organisasi profesi dan pemerintah daerah dalam menjaga standar praktik kebidanan yang profesional dan beretika.

Menurutnya, kolaborasi yang solid menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga humanis dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan berharap para bidan semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu dan kebijakan kesehatan, sekaligus mampu memperkuat perannya sebagai ujung tombak dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di masyarakat.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mendorong transformasi layanan kesehatan yang lebih preventif, responsif, dan berstandar nasional.

| andri hdw |

Pos terkait