Jakarta
tribuntipikor .Com — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) melontarkan peringatan keras terhadap maraknya narasi tidak konstruktif yang dinilai berpotensi merusak persatuan bangsa.
Di tengah dinamika politik nasional dan tekanan global, KAMMI menegaskan bahwa masyarakat sipil tidak boleh terjebak dalam arus provokasi yang justru melemahkan Indonesia dari dalam.
M. Amri Akbar kepada media ini menjelaskan menilai, penyebaran opini yang memecah belah bukan sekadar perbedaan pandangan, melainkan ancaman nyata terhadap stabilitas nasional.” Jelasnya
Ia mengingatkan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan kekompakan, bukan konflik horizontal yang dipicu oleh narasi liar.
“Indonesia tidak butuh kegaduhan.
Yang dibutuhkan adalah stabilitas dan fokus pada pembangunan nasional. Menjaga Indonesia adalah tanggung jawab bersama,” tegas Amri di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Lebih jauh, Amri menyoroti pentingnya kedewasaan masyarakat sipil dalam menyikapi berbagai isu. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjatuhkan, apalagi sampai keluar dari koridor konstitusi.
Menurutnya, solidaritas masyarakat sipil merupakan benteng utama dalam menghadapi gelombang provokasi, polarisasi, hingga potensi instabilitas yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.
“Jika masyarakat sipil terpecah, maka demokrasi akan rapuh. Tapi jika kompak, Indonesia akan tetap kokoh menghadapi tekanan global,” ujarnya.
PP KAMMI pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terpancing narasi destruktif yang hanya memperkeruh keadaan. Persatuan, kata Amri, harus ditempatkan di atas segala kepentingan kelompok.
“Ini saatnya kita berdiri bersama. Masyarakat sipil yang solid adalah kunci agar Indonesia tetap kuat, tangguh, dan tidak mudah diadu domba,” pungkasnya.
(Irwanto)





