Blora Jawa Tengah, tribuntipikor.com, //
Hal ini tampak dari perseteruan keluarga ASN di Kabupaten Blora, kedua-duanya seorang dokter.
Usai suami laporkan istri yang ditujukan langsung kepada Bupati Blora, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blora. Kini kasus terus bergulir.
Perkembangan terbaru, Istri yang menjabat kepala puskesmas Sonokidul Kec Kunduran berinisial (EHF) melaporkan suaminya (S) seorang dokter spesialis di RSUD Cepu atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
EHF melaporkan suaminya ke Polsek Kunduran karena dugaan tindak kekerasan.
Namun, saat dimintai keterangan, EHF memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan.
S dan EHF datang ke Polsek Kunduran untuk klarifikasi dan dimintai keterangan. Keduanya diperiksa selama dua jam oleh penyidik Polsek Kunduran.
Kapolsek Kunduran Iptu Budi Santoso mengatakan, bahwa benar ada pengaduan dari salah satu kepala puskesmas yang masuk ke Polsek Kunduran. Laporan itu terkait KDRT.
“Jadi hari ini keduanya dipanggil untuk dimintai keterangan untuk klarifikasi dulu. Setelah ini nanti akan ada olah TKP untuk menyimpulkan apakah ada tindak pidana atau tidak,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam surat laporan tertanggal Juli 2025 tersebut, pelapor S menyatakan, bahwa istrinya, dr. EHF (Kepala Puskesmas, red), diduga menjalin hubungan asmara dengan seorang pria berinisial DK yang juga menjabat sebagai Kepala Puskesmas Jiken.
Pelapor mengungkapkan, bahwa dugaan perselingkuhan ini telah ia ketahui sejak Januari 2025. Untuk memperkuat laporannya, dr. SDA melampirkan sejumlah barang bukti berupa tangkapan layar percakapan (chat), pesan langsung (DM) Instagram, serta bukti reservasi hotel (check-in) di Yogyakarta.
”Istri saya telah melakukan tindak perselingkuhan yang saya ketahui sejak bulan Januari 2025 sampai sekarang dengan laki-laki tersebut yang juga berstatus sebagai ASN Kabupaten Blora,” terang dr. SDA.
Lebih lanjut, dr. SDA menyatakan, selain melaporkan ke atasan juga melaporkan persoalan ini ke Polresta Yogyakarta. Tribuntipikor.com. Biro_blora_(@_hiem)





