Pesan Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh, Tanggal 11 Jam 11 Semua Jajaran Dari Pusat Sampai Daerah Bergerak Menuju Kantor KPU Untuk Bersama-sama Mendaftarkan Sebagai Peserta Pemilu Legislatif

Bandung, tribuntipikor.com

Hari ini kami ketua DPW Partai Nasdem Saan Mustopa.para Caleg dari Partai Nasdem sebagaimana pesan Ketua Umum DPP Partai Nasdem bapak Surya Paloh bahwa tanggal 11 jam 11 semua Jajaran dari Pusat sampai ke Daerah bergerak menuju kantor KPU untuk bersama-sama mendaftarkan sebagai peserta Pemilu Legislatif,” terang Saan Mustopa kepada awak media.

Ia berharap, semoga pada proses pencalegannya berada dalam kelancaran, dan menurutnya bahwa pada moment Pemilu Legislatif tahun 2024 ini ia membawa semangat perubahan menuju Restorasi Indonesia semakin gemilang dimasa yang akan datang.

Saan Mustopa M.Si Ketua DPW jawa Barat menambahkan Bacaleg jawa barat ini siap bergerak di Dapil masing-masing.dan alhamdulilah pada hari ini bersama rekan-rekan Bacaleg untuk mendaptar 120 nama Bacaleg di provinsi jawa barat.
Penyerahan berkas hari ini baik DPD ke KPU RI lebih khusus Jawa barat untuk DPRD Provinsi dan juga di seluruh kabupaten kota Partai Nasdem tentu yang pertama baik yang kedua semua kelengkapan termasuk juga jumlah alokasi bakal calon legislatifnya.

itu 100% terpenuhi secara keseluruhan jadi tidak ada satupun Dapil baik RI provinsi maupun kabupaten kota di Jawa Barat itu yang kurang calegnya jadi semua terpenuhi dengan segala berkas persyaratan yang sudah ditentukan oleh KPU jadi berjalan lancar dan 100% semuanya terkait dengan keperwakilan perempuan secara nasional akumulasi 33% dan tentu juga di Jawa Barat jadi kita juga sangat memperhatikan terkait dengan soal kuota.

perempuan ini masih ada beberapa yang baru pertama kali terjun ke politik, jadi ada yang pertama kali terjun ke politik tapi mereka secara umum juga punya pengalaman apa di bidangnya masing-masing nah pengalaman yang mereka miliki modal sosial yang mereka miliki selama mereka menggeluti profesinya dan terjun ke dunia politik itu kan tinggal apa memberikan apa sentuhan-sentuhan sedikit saja karena mereka juga sudah apa.

punya apa Ini politik ya punya ketertanggilan dalam politik Saya yakin mereka bisa mengakselerasi dirinya dan mereka akan maksimal menjadi calon anggota legislatif di Dapilnya masing-masing kalau yang publik figur terus kemudian yang milenial itu ada ekspektasi khusus gitu, kan Kita sebenarnya ingin apa nanti Apa hasil dari Pemilu siapapun nanti yang terpilih kita ingin yang namanya mereka yang terpilih ini punya latar belakang yang variatif.

Apakah itu figur milenial profesional entrepreneur maupun politisi itu sendiri ya kita ingin sangat variatif agar suasana nanti di parlemen suasana untuk partai juga menjadi nuansanya lebih luas lah kan dan tentu nuansanya beragam dan tentu itu bisa memperkaya dalam semua urusan apa harus persoalan Apakah itu politik ekonomi sosial budaya kita punya orang-orang yang memang punya konsep di bidangnya sehingga dia benar-benar nanti akan menjadi politisi- politisi yang profesional.

profesional itu dia punya latar Apa latar belakang keilmuannya latar belakang profesinya itu bisa diterapkan di parlemen sesuai dengan masing-masing,
politik apakah mereka dari partai lain gabung ke politik itu kan dalam proses rekrutmennya kita perlakukan sama. Kenapa kita perlakukan sama pertama tidak ada uang pendaftaran, di kita semua sampai materai pun kita siapkan

yang kedua tidak ada jual beli nomor urut nomor urut 1 tidak perlu dia mengeluarkan uang ratusan juta untuk RI maupun provinsi semua free jadi tidak ada mahar tidak ada transasional nah kita menentukan nomor urut itu berdasarkan apa objektivitas. berdasarkan latar belakang mereka komitmen mereka keberpihakan mereka modal sosial itu basis dukungan mereka di Dapilnya masing-masing dukungan Politiknya

Nah karena kita mengharapkan itu semua sama diperlakukan sama Maka insya Allah kultur politik yang terbangunnya juga akan sama jadi kita ingin menghilangkan kultur politik yang pragmatis kultur, politik yang transaksional. Nah maka untuk menghilangkan kutu-kultur politik yang transasional pragmatis kelak nanti mereka menjadi anggota legislatif.

maka proses di awalnya pun kita mulai dengan tidak transaksional tidak pragmatis karena itu tidak ada jual beli nomor urut tidak harus bayar jadi calon dinasdemm dan tidak harus menyiapkan sekian ratus juta untuk menjadi nomor satu nomor dua atau nomor 5 untuk menjadi Caleg ini ada tadi ada kakak Lucky Hakim, walaupun selebriti Dia kan sudah menjadi politisi di parlemen sudah, anggota DPR RI, wakil bupati sudah ada

kakak Ali sakiem dia baru bergabung ada didi Riyadi dia juga baru bergabung baru masuk politik ada kakak Ramzi dia juga baru menjadi politisi di Dapil 5 Kakak Ali Kakak Didi di Dapil 11 ada Farhan karena incomben lama kan jadi banyak nuansa yang public figurnya tapi tidak sebanyak sebelumnya. jawabannya jadi mengalir saja lah kalau soal calon gubernur sambil ngurus partai sampai sosialisasi terus tapi yang paling penting kursi DPRD provinsinya minimal 15.ucap.Saan
(Asep.koswara)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *