Jerit Histeris Sang Ibu, RS Siswi SMK di Pesawaran Ditemukan Tak Bernyawa

  • Whatsapp

Lampung, tribuntipikor.com

Jasad Wanita,adalah siswi kelas XIII di salah satu SMK Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran tersebut pertama kali ditemukan oleh sang ibunda sudah Tak Bernyawa Pada Jum’at, (07/05/2021).
Awal mula saya mendengar ibunya RS menjerit histeris dan langsung saya lihat RS sudah tergeletak, karena bambu di kamar RS yang di pakai untuk mengikat tali dasi itu patah, kejadian sekitar pukul 16.00 dan mukannya sudah membiru,” Ungkap seorang saksi di lokasi kejadian.
Menurut Selvi, RS sebelumnya tidak Menunjukan tanda tanda kalau dia sedang ada masalah atau terlihat murung dan tidak ada yang Aneh biasa saja.
Sebelumnya RS tidak terlihat murung, memang kesehariannya RS sangat tertutup, meskipun ada masalah tidak pernah cerita,” ujarnya.
Windi (16) saudara sekaligus teman korban saat dimintai keterangan mengungkapkan sempat membaca pesan WhatsApp (WA) yang disampaikan RS kepada kekasihnya.
Besok Lo ngelayat tempat w karena w mau bunuh diri, itu WA RS ke cowoknya,” terang Windi.


Jangan menyalahkan siapa-siapa, ini bukan masalah cinta atau apa ini karena saya sudah lelah hidup, jadi jangan salahkan siapa-siapa,” lanjutnya membacakan isi WA yang disimpan RS.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kedondong, Bripka Andhika Ramadhona menuturkan, korban melakukan bunuh diri di kamarnya dan ditemukan pertama kali oleh ibunya.
Pihaknya yang turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung melakukan koordinasi dengan tim INAFIS Polres Pesawaran dan juga petugas medis dari Puskesmas Kota dalom Pesawaran Lampung.
Kami langsung koordinasi dengan tim INAFIS dan medis, untuk sementara tidak ditemukan bekas kekerasan dan murni bunuh diri,” jelasnya.

Terkait motif kejadianya, Andhika menerangkan bahwa korban melakukan bunuh diri karena sudah lelah hidup dikuatkan dengan bukti Chat WA yang disimpan korban.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan, ini murni bunuh diri, dan keluarga korban tadi sudah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi,” pungkasnya.(EPP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *