Festival Budaya Bumiayu ke 5 Bertema Memayu Hayuning Bumiayu Lestarikan Budaya.

Brebes tribuntipikor.com.

Festival Budaya Bumiayu resmi dibuka pada 26/12/2025, di aula Pendopo Bumiayu Kabupaten Brebes Jawa Tengah, Festival ini diselenggarakan selama dua hari Tgl 26-27,
Festival Seni Budaya Bumiayu ke 5 menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional, sharing sasion tentang perempuan dan budaya dengan penampilan akustik, pameran pusaka , wayang, batik dan seni rupa serta
pameran produk kreatif, di hari ke 2 juga akan worksop watang batik, mocopat pembacaan naskah dan teater sekaligus kunjungan ke musium Bumiayu.

Acara pembukaan Festival di hadiri Muhamad Sovan selaku Pamong Budaya muda dari dinas kebudayaan Dan pariwisata kabupaten Brebes, Ia menekankan, pentingnya melestarikan budaya dan meningkatkan ekonomi lokal melalui festival,
Beberapa kegiatan yang disajikan dalam festival ini antara lain,
Pameran UMKM, Pameran produk kreatif dan UMKM lokal
Lomba Kreatif, Lomba-lomba yang mempromosikan kreativitas dan inovasi
Edukasi dan Diskusi, dan edukasi tentang budaya dan sejarah Candi Bumi Ayu. Ucapnya.

Kanjeng Raden Haryo aryo Dr Dimas Sastro Nagori selaku panitia Festival Budaya Bumiayu ke 5 dalam sambutanya menyampaikan,
Festival yang bertema Memayu Hayuning Bumiayu ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya dan meningkatkan ekonomi lokal, budaya adalah bagian dari kesatuan dan kerukunan yang ada di masyarakat.

harapanya festival budaya di Bumiayu hususnya di Kabupaten Brebes menjadi contoh , karena persatuan tidak lepas dari budaya.

Raden Tumenggung Bimodipuro selaku seniman dari Bumiayu menambahkan, kami berharap kepada adik adik lebih bersemangat berkarya, menjaga warisan para pendahulu tidak mudah, harapanya ada turut campur dari pemerintah dalam menjaga budaya di Brebes hususnya di Bumiayu, tambahnya.

Pembukaan Festival Budaya Bumiayu di tutup dengan tampilan dari sanggar SLB Mutiara Hati Bumiayu, penyandang distabilitas Aisah dan Hana menampilkan suara emasnya membuat peserta terdiam mendengarkan merdunya tembang yang di lantunkan, keterbatasan bukan halangan untuk berkarya dan menjaga budaya.

BangkaršŸ¦‹.

Pos terkait