LANGKAT, — Media Tribun Tipikor . Com //. 7 Oktober 2026 — Ratusan warga yang diwakili kaum ibu, pemuda, dan tokoh masyarakat dari se-Kecamatan Secanggang bergerak tertib dan damai di ruas jalan Simpang Kampung Nangka, Rabu pagi 7 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB. Di bawah komando DPD .DPK LSM GMAS Kabupaten Langkat, aksi ini menjadi suara tegas masyarakat yang sudah tidak sabar menunggu perbaikan jalan sepanjang 4 kilometer dari Kampung Nangka hingga Pasar 12, Desa Suka Mulia yang rusak parah dan berlubang dalam.
Aksi berlangsung dengan menjaga ketertiban — warga menutup sementara akses jalan dari arah Secanggang maupun sebaliknya di Simpang Paya Kangkung, bukan untuk mengganggu, melainkan agar suara kesusahan yang dirasakan setiap hari didengar sampai ke meja pimpinan daerah.
“Nyawa tak bisa menunggu jalan diperbaiki”
Suara paling menyayat datang dari tokoh masyarakat Pasar 12, Desa Suka Mulia, Bu Sum. Dengan mata berkaca-kaca beliau berkata:
“Kasihan kami, Pak. Setiap hari melintasi jalan yang berlubang dalam dan hancur begini. Berkali-kali melihat ambulans membawa orang sakit terpaksa melaju sangat pelan, berguncang keras. Belum sampai rumah sakit, nyawa pasien tak tertolong hanya karena jalannya tidak layak. Ini bukan soal debu atau genangan air — ini soal nyawa warga kami. Kami minta Pemkab Langkat segera kerjakan jalan ini. Jangan tunda lagi!”
Respons Pihak Berwenang & Janji Perbaikan
Kehadiran warga langsung disambut oleh pihak kepolisian: Kabag Ops Polres Langkat Kompol Firman, S.H., M.H. bersama Kapolsek Secanggang AKP Pamilu Hutagaol, S.H., M.H. Melalui sambungan komunikasi dengan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Langkat yang sedang bertugas di IKN Kalimantan, diperoleh keputusan resmi:
Pekerjaan pengaspalan dan perbaikan jalan sepanjang 1,5 kilometer akan dimulai pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Pernyataan ini ditegaskan kembali oleh pimpinan DPD LSM GMAS Langkat, Bung Donny dan Bung Hasan:
“Kami memberikan kepercayaan dan waktu sampai Jumat ini. Jika pekerjaan tidak nyata dimulai sesuai janji, maka kami — masyarakat Secanggang — akan kembali menutup jalan sampai jalan kami benar-benar dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Kami tidak menolak kerja sama, kami menolak diabaikan.”
Masyarakat Bubar Tertib, Tetap Siap Mengawal
Setelah mendengar keputusan tersebut, warga membubarkan diri secara tertib dan damai, meninggalkan lokasi aksi tanpa keributan sedikit pun. Semangat warga tidak padam — justru semakin teguh: perjuangan belum selesai sebelum alat berat menyentuh tanah dan jalan Kampung Nangka–Pasar 12 kembali layak dilalui semua orang.
“Kami bukan pengacau. Kami warga yang ingin hidup sehat, aman, dan bisa berobat tepat waktu. Jalan yang baik adalah hak kami, Kami akan terus mengawal janji ini sampai menjadi kenyataan.” Ujar bung Donny ketua LSM GMAS mengakhiri .(GT)






