Cilacap, Tribun Tipikor
Gedung DPRD Kabupaten Cilacap mendadak ramai oleh kedatangan puluhan warga dari berbagai aliansi masyarakat pada Senin (28/9/2026). Meski di bawah terik matahari, massa tetap semangat membentangkan spanduk dan berorasi menyuarakan aspirasi mereka.
Tuntutannya adalah
Masalah Lahan: Tuntutan penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) melalui program Reformasi Agraria.
Bencana Abrasi: Pengikisan pantai yang semakin meluas dan mengancam pemukiman warga pesisir.
Melihat aksi tersebut, Wakil Ketua DPRD Cilacap, Suyatno, S.H.,tidak tinggal diam. Didampingi Kepala ATR/BPN Cilacap, Andri Kristanto, serta sejumlah anggota dewan seperti Suheri dan Indah Mayasari M. Pd langsung turun ke lapangan menemui massa aksi.
Dengan ramah, legislator dari Partai Gerindra tersebut menyapa warga dan mengajak mereka berdialog di dalam gedung DPRD.
“Kami siap menampung dan membantu tuntutan Bapak dan Ibu sekalian. Mari kita masuk ke dalam, karena gedung ini adalah rumah aspirasi milik Anda semua,” ujar Suyatno menenangkan suasana.
Sekitar pukul 14.30 WIB, dialog pun berlanjut di dalam Ruang Rapat Paripurna DPRD Cilacap. Perwakilan warga duduk bersama para wakil rakyat dan pejabat terkait untuk menyampaikan keluh kesah mereka secara langsung.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Ibu yang telah menyampaikan aspirasi dengan tertib di Hari Tani ini. Semua tuntutan terkait sengketa tanah akan kami catat dan segera kami tindaklanjuti bersama BPN, Pemerintah Daerah, serta instansi terkait,” jelasnya.
Hingga pertemuan selesai, warga berharap tuntutan mereka terkait kepastian hukum atas tanah, penanganan abrasi, dan perhatian terhadap isu sosial dapat segera ditindaklanjuti oleh DPRD dan instansi terkait.
(Haryanti)






