Tribun Tipikor Bantaeng “Jawabannya sangat lucu. Tidak ada bukti. Padahal visum sudah ada, luka sudah ada, laporan sudah ada,” ujar Andi Yusdanar Hakim, Ketua Pemuda LIRA Bantaeng dengan nada geram, Senin 1 September 2026.
Peristiwa itu terjadi 17 Agustus 2026 di area SPBU Parasula. Wandi dicekik, dipukul di kepala, dan ponselnya dirampas saat hendak meliput dugaan distribusi solar oleh pria yang diduga bernama Daeng Batolla.
Apakah Harus Chat Pribadi ke Bu Kapolres?
Yang membuat Pemuda LIRA dan dan segenap insan pers naik pitam adalah alasan klasik yang terus diulang polisi terlapor tidak mengaku.
“Kalau alasannya karena terlapor tidak mengaku lalu visum dibuang ke tong sampah? Apakah hasil RS itu bohong? Ini namanya mengingkari bukti sah. Memalukan!” kecam Andi Yusdanar.
Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Pelansir yang Pukul Jurnalis di Bantaeng Diduga Punya Backing, Pemuda Lira: Kapolres Takut?”
Asdar dg naba





