Sebanyak 4 (empat) Terminal tipe C yang dikelola Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, hanya merealisasi pendapatan asli daerah (PAD) selama semester pertama 2026 sebesar Rp57,95 juta

Blora Jawa Tengah, tribuntipikor.com,-
“Realisasi sebesar itu, berasal dari retribusi kios dan tempat pemungutan retribusi (TPR) bus,” kata Kepala UPT Terminal dan Parkir Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Blora Adhitya Mukti Sanjaya di Blora, Rabu.

Secara persentase, ia mengatakan sudah mencapai 60 persen dari target PAD empat terminal yang ditetapkan sebesar Rp97,5 juta selama 2026.

Empat terminal yang menjadi sumber PAD tersebut, yakni Terminal Ngawen, Terminal Randublatung, Terminal Kunduran, dan Terminal Todanan.

Adhitya mengatakan target PAD dari empat terminal tersebut relatif tidak mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Pencapaian hingga semester I 2026 salah satunya ditopang aktivitas Terminal Ngawen yang masih relatif ramai dibandingkan terminal lainnya.

“TPR bus Rp5.000 kalau masuk terminal. Sehari antara 10 sampai 15 armada, mengingat lahan Terminal Ngawen yang sempit,” ujar dia.

Ia menjelaskan potensi pendapatan dari retribusi kios juga masih terbatas. Hal itu karena jumlah kios yang tersedia di empat terminal tipe C tersebut hanya sebanyak 27 unit.

Selain keterbatasan jumlah kios, kata dia, aktivitas terminal juga terdampak semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi.

“Saat ini masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi, sehingga angkutan umum banyak ditinggalkan. Terminal tipe C bisa dibilang sepi,” ujar dia.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Blora, jumlah angkutan umum yang masih beroperasi saat ini sebanyak 67 armada. Jumlah tersebut mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan 2005 yang mencapai 202 armada.

Ia mengatakan puluhan armada tersebut kini melayani lima koridor angkutan umum di wilayah Kabupaten Blora. Di antaranya, koridor Blora-Kunduran sebanyak 23 armada dan Blora-Cepu sebanyak 21 armada, koridor Blora-Jepon serta Cepu-Randublatung-Doplang-Sulur masing-masing dilayani enam armada, sedangkan koridor Blora-Medang-Bulu sebanyak 11 armada.
Editor, (@_hiem)

Pos terkait