Cirebon – Tribun Tipikor.com
Seruan untuk menghentikan praktik perundungan terhadap anak kembali menggema. Dipertuan Agung Danri Sultan Sepuh Cirebon, Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., S.H., M.H., yang dikenal sebagai penggagas Gerakan Nasional Stop Bullying, mengajak seluruh elemen bangsa bersatu menyelamatkan anak-anak Indonesia dari ancaman bullying atau perundungan.
Seruan tersebut ditujukan kepada seluruh tokoh bangsa, pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, komunitas, organisasi kemasyarakatan, insan media, para orang tua, generasi muda, hingga seluruh masyarakat Indonesia.
Dalam pesannya, Sultan Sepuh mengajak masyarakat untuk sejenak mengesampingkan berbagai perdebatan, perselisihan, saling serang, saling hujat, serta kebiasaan mencari kesalahan satu sama lain.
Menurutnya, ada persoalan yang jauh lebih penting untuk menjadi perhatian bersama, yakni keselamatan, perlindungan, dan masa depan anak-anak Indonesia.
“Permasalahan bullying atau perundungan tidak boleh lagi kita pandang sebagai persoalan kecil. Perundungan dapat meninggalkan luka yang panjang dalam kehidupan seorang anak, memengaruhi rasa percaya diri, pendidikan, pergaulan, bahkan masa depannya,” demikian pesan Sultan Sepuh.Kamis ( 13/8/2026)
Ia menegaskan bahwa anak-anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, kepedulian, serta keberadaan orang dewasa yang bersedia berdiri di samping mereka ketika menghadapi persoalan.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan gerakan Stop Bullying bukan sekadar slogan, tetapi sebagai gerakan bersama yang dimulai dari lingkungan terkecil.
“STOP BULLYING! STOP PERUNDUNGAN!” tegasnya.
Sultan Sepuh juga mengajak seluruh tokoh bangsa, tanpa memandang latar belakang, golongan, organisasi, agama, suku, maupun pilihan masing-masing, untuk menyatukan langkah dalam melindungi anak-anak.
Menurutnya, gerakan tersebut harus dimulai dari keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, dan terutama dari diri sendiri.
“Jangan biarkan anak-anak tumbuh dalam ketakutan. Jangan biarkan mereka merasa sendirian. Jangan biarkan luka akibat perundungan menghancurkan masa depan mereka,” serunya.
Ia berharap budaya saling menyakiti dapat diubah menjadi budaya saling melindungi, kebencian menjadi kepedulian, serta perpecahan menjadi persatuan.
Seruan itu sekaligus menjadi ajakan moral agar seluruh komponen bangsa tidak hanya berbicara mengenai masa depan generasi muda, tetapi juga mengambil tindakan nyata untuk menciptakan ruang tumbuh yang aman, sehat, bermartabat, dan bebas dari perundungan.
“Sudah saatnya kita merendahkan hati. Sudah saatnya kita menundukkan ego. Sudah saatnya kita mengesampingkan perbedaan. Mari kita satukan langkah untuk satu tujuan yang mulia: menyelamatkan masa depan anak-anak kita, generasi penerus bangsa dan generasi penerus Nusantara,” tegasnya.
Di akhir seruannya, Kanjeng Gusti Sultan Sepuh kembali mengajak seluruh rakyat Indonesia menyatukan suara dan langkah untuk melindungi anak-anak dari segala bentuk perundungan.
“SATUKAN SUARA! SATUKAN LANGKAH! SELAMATKAN ANAK-ANAK INDONESIA! STOP BULLYING! STOP PERUNDUNGAN! SELAMATKAN MASA DEPAN GENERASI NUSANTARA!”
Kanjeng Gusti Sultan Sepuh
Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., S.H., M.H.
Penggagas Gerakan Nasional Stop Bullying





