Blora Jawa Tengah, tribun tipikor.com,- Pasca kebakaran dahsyat, kabar digelontorkannya duit APBN tuk perbaikan Pasar Ngawen Kabupaten Blora sempat disambut bahagia semua pihak, mulai dari para pedagang hingga Pejabat setempat. Namun sayang proses pelaksanaan tak seindah yang diharapkan hingga Bupati Blora tampak kecewa.
Proyek rehabilitasi Pasar Ngawen tergolong sangat besar yakni senilai Rp 30 miliar. Namun sayang hingga dua hari jelang kontrak berakhir, progres pekerjaan tersebut masih berada di kisaran 90 persen. Padahal orang nomor satu di Blora tersebut sempat ingin gelar syukuran dengan laksanakan peringatan HUT RI dilokasi tersebut.
Terbaru Bupati Blora Arief Rohman beserta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) meninjau langsung proyek rehabilitasi yang anggarannya dibiayai oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tersebut.
“Karena program nasional ya termasuk program prioritas. Kami beserta jajaran Forkopimda ini dengan Bu Wakil, Pak Ketua DPRD, Pak Kapolres, Pak Dandim, dari kejaksaan hadir di sini untuk meninjau progres pembangunan pasar ini,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).
Selama kurang lebih satu jam melihat-lihat kondisi pekerjaan proyek tersebut, Arief Rohman merasa kecewa dengan keadaannya. Sebab pada 30 Juli 2026 lalu, dirinya juga sudah mengecek proyek rehabilitasi Pasar Ngawen tersebut.
“Terus terang kalau dikatakan kecewa ya kami kecewa karena ketika beberapa hari yang lalu kami sudah datang ke sini sudah kami ingatkan agar ada percepatan-percepatan,” terangnya.
“Ternyata progresnya masih kurang sekitar 10 persen. Padahal kita kemarin mimpinya ini momen 17-an bisa kita resmikan. Tapi kalau melihat kondisi ini kelihatannya ini tidak sesuai ekspektasi yang kita inginkan,” katanya.
Diketahui bahwa Pasar Ngawen mendapatkan proyek rehabilitasi sebesar Rp 30 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) usai mengalami kebakaran pada 9 Januari 2024 dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 30,79 miliar. Selanjutnya, sejak November 2025 pasar tersebut dibangun kembali dengan anggaran Rp 30 miliar dan diupayakan rampung pada Juli 2026.
Proyek rehabilitasi sebesar Rp 30 miliar yang digarap oleh PT Joglo Multi Ayu
Editor, (@_hiem)





