Kota Bandung Tribun Tipikor com demi kemajuan pembangunan Jawa Barat yang selaras sesuai arahan gubernur kepala Bappeda selalu bersinergi dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab dalam melaksanakan tufoksinya, pelaksanaan yang dicanangkan Bappeda Jabar diantaranya.
1. Peran strategis Bappeda Jabar
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Bappeda, Provinsi Jawa Barat adalah otak perencanaan pembangunan. Kepala Bappeda beserta jajaran bertugas merumuskan arah kebijakan, menyusun RPJMD, RKPD, dan mengawal agar program OPD selaras dengan visi “Jabar Juara Lahir Batin”.
2. Fokus pada perencanaan berbasis data
Kinerja Bappeda Jabar dimulai dari data. Jajaran Bappeda membangun Satu Data Jabar untuk memadukan data kependudukan, kemiskinan, stunting, infrastruktur, dan ekonomi. Dengan data yang valid, kebijakan 2026 bisa tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
3. Sinkronisasi program pusat dan daerah
Salah satu fokus kerja adalah menyelaraskan program nasional dari Bappenas dan K/L dengan kebutuhan daerah. Kepala Bappeda memimpin rapat koordinasi agar dana APBN untuk jalan, irigasi, kesehatan, dan pendidikan masuk ke prioritas Jabar tanpa duplikasi.
4. Pengawalan isu prioritas: kemiskinan dan stunting
Jabar menargetkan penurunan kemiskinan ekstrem dan stunting. Bappeda beserta tim merancang intervensi konvergensi: bantuan pangan, sanitasi, layanan kesehatan dasar, dan pemberdayaan ekonomi. Progresnya dievaluasi tiap triwulan bersama 27 kabupaten/kota.
5. Percepatan infrastruktur dan konektivitas
Fokus kinerja lain adalah infrastruktur penunjang pertumbuhan. Bappeda mengawal pembangunan jalan, tol, transportasi massal, penanganan banjir Citarum, dan irigasi pertanian. Tujuannya agar distribusi barang dan mobilitas masyarakat di Jabar lebih efisien.
6. Transformasi digital pemerintahan
Bappeda Jabar mendorong digitalisasi layanan publik lewat Jabar Digital Service. Fokusnya: integrasi aplikasi, smart city di kabupaten/kota, dan literasi digital ASN. Ini demi mewujudkan birokrasi yang cepat, transparan, dan akuntabel.
7. Pemberdayaan ekonomi dan UMKM
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, Bappeda merumuskan program penguatan UMKM, koperasi, dan investasi. Jajaran Bappeda berkoordinasi dengan DPMPTSP dan Disperindag agar iklim usaha Jabar ramah investor, tapi tetap melindungi pelaku usaha lokal.
8. Perencanaan partisipatif melalui Musrenbang
Kepala Bappeda memastikan suara masyarakat masuk lewat Musrenbang Desa sampai Provinsi. Usulan dari bawah diverifikasi, diprioritaskan, lalu dituangkan ke RKPD. Cara ini menjaga agar pembangunan tidak hanya top down, tapi juga sesuai kebutuhan warga.
9. Monitoring, evaluasi, dan pengendalian
Fokus kinerja juga ada di monev. Bappeda Jabar memakai SIPD dan dashboard kinerja untuk memantau realisasi fisik dan keuangan OPD. Jika ada program yang tersendat, langsung dilakukan rapat koordinasi dan perbaikan agar target tercapai.
10. Komitmen untuk Jabar 2045
Seluruh kerja Bappeda Jabar diarahkan pada visi jangka panjang Jabar 2045. Kepala Bappeda beserta jajaran menjaga konsistensi perencanaan, efisiensi anggaran, dan kolaborasi lintas sektor. Tujuannya satu: mewujudkan Jawa Barat yang maju, mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.
Dengan fokus pada perencanaan yang terukur dan implementasi yang disiplin, kinerja Bappeda Jabar menjadi kunci agar pembangunan di Jawa Barat berjalan efektif dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Budi Haryanto SE Wapemred





