Warga Lenangguar Murka, Mobil Damkar Tak Berfungsi Saat Kebakaran: Bupati Jarot Diminta Turun Tangan Evaluasi Menyeluruh

Sumbawa Besar NTB
tribuntipikor .Com – Insiden kebakaran rumah di Kecamatan Lenangguar 13/06/26 pulul 14.00 memicu kemarahan warga setelah mobil pemadam kebakaran yang diharapkan menjadi garda terdepan penyelamatan justru mengalami kendala teknis.

Pompa air pada kendaraan operasional Damkar dilaporkan tidak berfungsi saat dibutuhkan untuk memadamkan kobaran api.

Kondisi tersebut memancing kekecewaan masyarakat yang menyaksikan langsung upaya pemadaman berjalan tidak maksimal.

Mobil Damkar bahkan menjadi sasaran luapan emosi warga yang menilai kesiapsiagaan dan perawatan armada pemadam masih jauh dari harapan.

Peristiwa ini menjadi sorotan serius karena menyangkut keselamatan masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan pengawasan dan pemeliharaan kendaraan operasional yang seharusnya selalu dalam kondisi siap pakai setiap saat.

“Kalau kendaraan penyelamat saja tidak siap digunakan saat keadaan darurat, lalu bagaimana masyarakat bisa merasa aman?” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.

Warga juga mendesak Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot, agar segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dinas terkait, khususnya terhadap sistem pengawasan, perawatan armada, hingga kesiapan personel di lapangan.

Kekecewaan warga semakin memuncak karena mereka menilai persoalan kesiapan armada bukan kali pertama dikeluhkan. Beberapa warga bahkan melontarkan kritik keras terhadap minimnya antisipasi dan pengecekan rutin terhadap peralatan pemadam kebakaran.

“Coba siram kantornya. Beberapa kali belum ada kesiapan dari personel Damkartan, sehingga menimbulkan kerugian terhadap masyarakat,” ujar seorang warga dengan nada geram.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Keberadaan armada Damkar bukan sekadar pelengkap fasilitas daerah, melainkan instrumen vital penyelamatan jiwa dan harta benda masyarakat.

Karena itu, pemeriksaan berkala terhadap pompa, tangki, mesin, selang, serta kesiapan personel harus menjadi prioritas utama.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas pemerintah daerah. Evaluasi menyeluruh, audit kelayakan armada, serta penegakan disiplin terhadap pihak yang lalai dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang saat warga sedang menghadapi musibah.

Ketika api berkobar, masyarakat membutuhkan aksi cepat, bukan alasan. Ketika armada gagal berfungsi, yang terbakar bukan hanya rumah warga, tetapi juga kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah.
( Irwanto )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *