Kepala SMPN 28 menempatkan pembelajaran siswa siswinya sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan dan program sekolah.

Kota Bandung Tribun Tipikorcom kepsek SMPN 28 kota Bandung beserta jajaran pendidik dalam pembelajaran terhadap siswa siswinya sesuai amanat UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dan Standar Nasional Pendidikan.

Manajemen pembelajaran di SMPN 28 disusun berbasis kebutuhan siswa. Kepala sekolah bersama wakil kurikulum menyusun kalender akademik, alokasi jam pelajaran, dan pembagian tugas guru agar proses belajar mengajar berjalan efektif. Evaluasi rutin dilakukan tiap tengah semester untuk memastikan target capaian pembelajaran tercapai.

Implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 28 difokuskan pada pembelajaran berdiferensiasi. Guru didorong membuat modul ajar yang menyesuaikan tingkat kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa. Kepala sekolah menyediakan ruang bagi guru untuk berinovasi melalui pelatihan internal dan pemanfaatan platform Merdeka Mengajar.

Penguatan literasi dan numerasi menjadi program prioritas. SMPN 28 mengalokasikan waktu khusus untuk membaca, menulis, dan pemecahan masalah matematika dasar. Data asesmen diagnostik digunakan untuk memetakan siswa yang perlu penguatan agar tidak tertinggal dalam pembelajaran.

Pendampingan siswa dengan kebutuhan khusus juga mendapat perhatian. Kepala sekolah berkoordinasi dengan guru BK dan guru mata pelajaran untuk membuat rencana pembelajaran individual. Tujuannya memastikan setiap siswa mendapat hak pendidikan yang setara tanpa diskriminasi.

Kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 28 dirancang untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler. Pramuka, OSIS, klub sains, dan seni digunakan sebagai wadah penguatan karakter, kolaborasi, dan keterampilan abad 21. Prestasi siswa di tingkat kota dan provinsi dipantau sebagai indikator keberhasilan pembinaan.

Pemanfaatan sarana prasarana diarahkan untuk menunjang pembelajaran. Laboratorium IPA, komputer, dan perpustakaan dibuka optimal dengan jadwal yang jelas. Kepala sekolah memastikan alat peraga dan media digital tersedia agar guru bisa menerapkan metode pembelajaran aktif dan kontekstual.

Komunikasi dengan orang tua siswa dibangun intensif. Rapat wali murid, grup informasi sekolah, dan konsultasi akademik dilakukan berkala. Kepala sekolah percaya keterlibatan orang tua penting agar pembelajaran di sekolah selaras dengan pembinaan di rumah.

Pengawasan dan evaluasi pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah bersama pengawas pembina. Observasi kelas, review RPP, dan analisis hasil asesmen dipakai untuk memberi umpan balik konstruktif ke guru. Budaya refleksi ini membuat kualitas pembelajaran terus diperbaiki.

Dengan menjadikan pembelajaran siswa sebagai prioritas utama, Kepala SMPN 28 tahun 2026 berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkualitas. Fokus ini diharapkan menghasilkan lulusan yang berkarakter, berkompeten, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Budi Haryanto SE Wapemred

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *