Cilacap, Tribun Tipikor
Kepala Puskesmas Cilacap Tengah 1, Rizki Wijayanti, S.K.M, M.K.M., terus menggenjot inovasi pelayanan kesehatan yang disampaikan di ruang kerjanya hari Rabu ( 7 Mei 2026 )
Program ini difokuskan untuk menekan angka stunting dan memperbaiki status gizi balita di wilayah kerja Kecamatan Cilacap Tengah.
Kepala Puskesmas Cilacap Tengah 1, Rizki Wijayanti mengatakan ibu hamil, balita, dan keluarga muda. Tiga pilar utama program ini meliputi pemantauan tumbuh kembang bulanan, edukasi gizi berbasis pangan lokal, serta jemput bola imunisasi lengkap.
“Kami tidak hanya menunggu pasien datang. Kader dan nakes kami aktif door to door ke rumah warga, terutama yang punya balita berisiko stunting. Kita cek BB, TB, lingkar lengan dan lingkar kepala, sekaligus kasih PMT berbahan lokal seperti telor, ikan tengiri, tempe dan tepung singkong” jelasnya
Selain intervensi gizi, juga menggandeng TP PKK Kecamatan Cilacap Tengah, Kader Posyandu, dan lintas sektoral kelurahan. Setiap bulan digelar Kelas Ibu Hamil dan Kelas Balita di Balai Kelurahan Sidanegara, Kelurahan Gunung Simping, dan Kelurahan Lomanis. Materinya mulai dari demo masak MPASI bergizi, simulasi pijat bayi, hingga konseling kesehatan jiwa ibu pasca melahirkan.
“Kami juga buka layanan konsultasi gizi online via WhatsApp Grup Puskesmas yang dikelola oleh Bidan Kelurahan. Jadi ibu-ibu bisa tanya kapan saja kalau anaknya susah makan atau BB tidak naik” tambah Kepala Puskesmas
“Puskesmas Cilacap Tengah 1 juga memiliki inovasi untuk mencegah stunting dalam rangka memudahkan pengenalan PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Anak) dibuatlah “BAWA GUNTING” (Pemberian Makan Bayi dan Anak Dua Tahun Guna Cegah Stunting).
Adaptasi dari Program Inovasi Penurunan Stunting Nasional yaitu PMBA supaya meng”GUNTING” MP ASI sesuai porsinya.
Menjadikan “BAWA GUNTING” sebagai penolak stunting tanpa perlu membawa gunting (peniti dan sambetan lainnya) sebagai penolak bala (bencana:stunting).
Adapun inovasi Puskesmas Cilacap Tengah 1 yang lain berdasarkan konsep 4 bintang dalam pemberian MP ASI (mengandung protein hewani, protein nabati, karbohidrat serta buah dan sayur), mengingat masyarakat kota yang suka dengan yang praktis, jarang memasak, sehingga tercipta “ NUGET TIGA BINTANG” yang mengandung protein hewani, protein nabati dan sayuran. Sehingga bisa dijadikan pangan alternatif yang praktis dan bergizi dapat dijadikan stok di kulkas (frozen food).
Terobosan inovasi lain yang juga dilakukan di Puskesmas Cilacap Tengah 1 yaitu melalui Cegah Stunting dan Anemia dengan konsumsi ATIKA (Ati, Telor, Ikan dan Ayam) suka TTS (Tanpa Teh Saat Makan).
Ke depan, Puskesmas Cilacap Tengah 1, Rizki menargetkan seluruh balita di wilayahnya masuk dalam pendataan digital agar intervensi lebih tepat sasaran.
“Harapannya bisa menjadi gerakan bersama. Sehat itu dimulai dari rumah, dari meja makan keluarga,” tutupnya. ( Haryanti )





