Kepala SMAN 14 Kota Bandung beserta jajaran pendidik berkomitmen mengarahkan pendidikan bagi siswa-siswinya agar selaras dengan era digitalisasi dan perkembangan dunia teknologi.

Kota Bandung Tribun Tipikorcom Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan lulusan yang adaptif, kreatif, dan kompeten menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 menuju Society 5.0.

Transformasi dimulai dari kurikulum. Di bawah arahan Kepala Sekolah, SMAN 14 Bandung mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dengan muatan digital. Mata pelajaran Informatika, coding dasar, data science pengantar, desain grafis, hingga literasi AI diberikan sejak kelas X. Guru mata pelajaran lain juga didorong menggunakan pendekatan berbasis proyek digital.

Infrastruktur TIK terus diperkuat. Laboratorium komputer ditingkatkan dengan perangkat spesifikasi tinggi, jaringan internet fiber dedicated, serta akses ke cloud learning. Setiap kelas dilengkapi smart board dan WiFi. Platform LMS seperti Moodle dan Google Classroom digunakan untuk pembelajaran hybrid, tugas, asesmen, dan umpan balik real time.

Peningkatan kompetensi guru menjadi kunci. Kepala SMAN 14 memfasilitasi pelatihan rutin tentang media pembelajaran digital, asesmen berbasis aplikasi, pembuatan konten interaktif, serta etika digital. Guru juga mengikuti sertifikasi dari Kemendikbudristek, BBGP, dan mitra edutech agar metode mengajar tetap relevan dengan gaya belajar Gen Z.

Program literasi digital dijalankan sistematis untuk siswa. Materi keamanan siber, jejak digital, hoaks dan fact-checking, etika bermedia sosial, serta hak cipta digital masuk dalam kegiatan MPLS, P5, dan pembinaan wali kelas. Tujuannya agar siswa tidak hanya cakap teknologi, tapi juga bijak dan bertanggung jawab.

Ekstrakurikuler berbasis teknologi dikembangkan secara serius. Robotik, web design, app development, content creator, e-sports sehat, jurnalistik digital, dan KIR menjadi wadah siswa menyalurkan minat. Tim robotik dan KIR SMAN 14 Bandung tahun 2026 berhasil lolos ke tingkat provinsi dan nasional berkat pembinaan intensif guru pembina.

Kolaborasi dengan dunia industri dan perguruan tinggi digencarkan. SMAN 14 menjalin kerja sama dengan Telkom University, ITB, startup edutech, dan perusahaan teknologi di Bandung. Program guru tamu, magang siswa, workshop AI, dan kunjungan industri membuka wawasan siswa tentang dunia kerja digital yang sebenarnya.

Asesmen dan evaluasi pembelajaran sudah terdigitalisasi. CBT untuk Penilaian Sumatif, ujian berbasis komputer, portofolio digital siswa, hingga rapor elektronik memudahkan transparansi nilai. Data hasil belajar diolah menjadi learning analytics untuk memetakan kekuatan dan kebutuhan remedial tiap siswa secara personal.

Penguatan karakter di era digital tetap dijaga. Kepala Sekolah menekankan Profil Pelajar Pancasila sebagai fondasi: beriman dan bertakwa, bernalar kritis, kreatif, gotong royong, mandiri, dan berkebinekaan global. Teknologi dijadikan alat, bukan tujuan. Pembiasaan salat berjamaah, literasi, dan budaya positif sekolah tetap berjalan seiring pemanfaatan TIK.

Dengan kepemimpinan yang visioner dan jajaran pendidik yang adaptif, SMAN 14 Kota Bandung berhasil mengarahkan siswanya menjadi pembelajar sepanjang hayat di era digital. Lulusan tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki integritas, kolaborasi, dan daya saing global sesuai tuntutan zaman.

Budi Haryanto SE Wapemred

Pos terkait