Stakeholder PMI Kota Bandung dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tufoksi) sepanjang tahun 2026 menunjukkan dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi demi kepentingan masyarakat.

Kota Bandung Tribun Tipikorcom Sinergi antara pengurus, relawan, pegawai, dan mitra PMI menjadi kunci utama pelayanan kemanusiaan yang cepat dan tepat.

Sesuai amanat UU No. 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, PMI Kota Bandung bertugas di bidang penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, transfusi darah, pembinaan relawan, serta diseminasi nilai-nilai kemanusiaan. Seluruh tufoksi tersebut dijalankan jajaran stakeholder dengan prinsip kenetralan, kemandirian, kesatuan, dan kesemestaan.

Pada layanan darah, UDD PMI Kota Bandung menjaga ketersediaan stok darah aman bagi rumah sakit se-Bandung Raya. Stakeholder PMI aktif menggerakkan donor darah sukarela melalui mobil unit, kegiatan di kampus, perkantoran, dan komunitas. Edukasi donor rutin dilakukan agar masyarakat paham manfaat dan syarat donor darah.

Dedikasi terlihat saat respons bencana dan kedaruratan. Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT), Korps Sukarela, dan Tenaga Sukarela PMI Kota Bandung selalu menjadi yang pertama hadir. Mulai dari evakuasi, dapur umum, layanan kesehatan, hingga distribusi bantuan, semua dijalankan stakeholder PMI dengan koordinasi bersama BPBD, Dinkes, dan TNI/Polri.

Di bidang pelayanan kesehatan, Klinik Pratama PMI Kota Bandung memberikan layanan dokter umum, vaksinasi, pemeriksaan laboratorium sederhana, dan ambulans gawat darurat 24 jam. Stakeholder PMI memastikan tarif terjangkau dan sebagian layanan bersifat sosial bagi warga prasejahtera serta korban bencana.

Pembinaan relawan menjadi fokus jangka panjang. PMI Kota Bandung membina PMR di tingkat Mula, Madya, dan Wira di ratusan sekolah. KSR di perguruan tinggi dan TSR dari kalangan profesional juga terus diregenerasi. Pelatihan pertolongan pertama, asesmen cepat, dapur umum, dan shelter dilatihkan rutin agar relawan siap saat dibutuhkan.

Tanggung jawab pada edukasi publik dijalankan lewat program diseminasi kepalangmerahan. Stakeholder PMI masuk ke sekolah, pesantren, komunitas, dan ruang publik untuk menyosialisasikan hukum humaniter internasional, 7 Prinsip Dasar Gerakan, serta pentingnya kesiapsiagaan bencana di Kota Bandung yang rawan gempa dan longsor.

Inovasi layanan digital dikembangkan agar masyarakat mudah menjangkau PMI. Informasi stok darah real time, jadwal mobil unit donor darah, pendaftaran relawan, dan pengaduan masyarakat tersedia di website serta media sosial resmi. Aplikasi WhatsApp Center PMI Kota Bandung membalas cepat setiap permintaan darah dan laporan kejadian.

Kolaborasi pentahelix diperkuat oleh stakeholder PMI. Dunia usaha, akademisi, media, pemerintah, dan komunitas dilibatkan dalam program “Bandung Tangguh”. CSR perusahaan diarahkan untuk pengadaan ambulans, alat kesehatan, dan pelatihan warga. Kampus dilibatkan dalam riset kerentanan dan simulasi kebencanaan skala kota.

Transparansi dan akuntabilitas organisasi dijaga. Laporan kegiatan, keuangan, dan distribusi bantuan dipublikasikan berkala kepada pengurus, dewan kehormatan, serta masyarakat. Audit internal dan eksternal dijalankan sesuai AD/ART PMI agar kepercayaan publik terhadap lembaga kemanusiaan ini tetap tinggi.

Dengan dedikasi tanpa pamrih dan tanggung jawab penuh dari seluruh stakeholder, PMI Kota Bandung tahun 2026 berhasil hadir di tengah masyarakat saat paling dibutuhkan. Tufoksi yang dijalankan dengan hati ini menjadikan PMI sebagai garda terdepan kemanusiaan di Kota Bandung.

Budi Haryanto SE Wapemred

Pos terkait