Musrenbang RKPD Kota Bandung 2027 Bahas 3.452 Usulan Pembangunan

PI News
Kamis, 9 April 2026

Pemerintah Kota Bandung menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan ini digelar di Hotel Grandia dan dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, baik secara langsung maupun daring.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat penting, di antaranya Sekretaris Daerah Kota Bandung, perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan DPRD Kota Bandung dari berbagai fraksi, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota, BUMN, BUMD, akademisi, tokoh masyarakat, hingga insan pers.

Dalam laporan penyelenggaraan disampaikan bahwa Musrenbang RKPD Kota Bandung 2027 merupakan bagian dari tahapan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.

Proses perencanaan telah melalui berbagai tahapan mulai dari Musrenbang tingkat RW, kelurahan, kecamatan, hingga forum perangkat daerah yang berlangsung sejak Januari hingga April 2026.

Berdasarkan data dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Kemendagri, tercatat sebanyak 3.452 usulan yang masuk. Dari jumlah tersebut, 3.269 usulan disetujui, sementara 152 usulan ditolak atau dikembalikan untuk perbaikan. Seluruh usulan saat ini masih dalam proses verifikasi akhir dan telah dialokasikan pagu indikatif sebesar Rp154 miliar.

Musrenbang ini diikuti oleh sekitar 360 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, DPRD, perangkat daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat. Agenda utama kegiatan adalah membahas rancangan RKPD Kota Bandung Tahun 2027 sekaligus menyelaraskan prioritas pembangunan daerah.
Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kick-off program Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) sebagai bagian dari upaya penguatan data sektoral di tingkat kewilayahan.

Melalui Musrenbang ini, Pemerintah Kota Bandung berharap dapat merumuskan perencanaan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan tepat sasaran demi mewujudkan pembangunan kota yang lebih maju dan berkelanjutan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan arahan sekaligus pembukaan resmi oleh Wali Kota Bandung.

Pewawancara : Mehanur Revin

Pos terkait