Tribun Tipikor
Jumat, 10 April 2026
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gema Bangsa Kota Bandung menggelar konsolidasi internal pasca Hari Raya sebagai langkah awal memperkuat soliditas organisasi sekaligus merancang program kerja ke depan. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antar pengurus sekaligus menyelaraskan strategi pelayanan kepada masyarakat.
Ketua DPD Partai Gema Bangsa Kota Bandung, Adi Wibowo MD, menyampaikan bahwa pasca Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi sekaligus perencanaan program jangka pendek dan menengah.
“Kita manfaatkan momentum ini bukan hanya untuk silaturahmi, tetapi juga untuk mengkonsolidasikan program-program partai ke depan. Kita evaluasi apa yang sudah dilakukan dalam tiga bulan terakhir dan menyusun langkah untuk tiga bulan berikutnya,” ujarnya dalam wawancara di sekretariat DPW Jawa Barat.
Adi menegaskan bahwa fokus utama partai saat ini adalah menghadirkan program nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Salah satu gagasan yang tengah disiapkan adalah kegiatan sosial berbasis kebutuhan warga di tingkat kecamatan, seperti penyediaan kebutuhan dasar dengan harga terjangkau serta dukungan terhadap kegiatan masyarakat, termasuk olahraga.
Menurutnya, pendekatan distribusi program akan dilakukan secara terstruktur hingga ke tingkat kecamatan, dengan memperhitungkan kebutuhan riil masyarakat di setiap wilayah. “Kita ingin program ini tepat sasaran. Maka distribusi dan kebutuhan per kecamatan harus dihitung secara matang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Adi mengakui bahwa tantangan utama partai baru adalah membangun kepercayaan publik. Oleh karena itu, Gema Bangsa memilih untuk lebih mengedepankan aksi nyata dibanding sekadar wacana.
“Membangun kepercayaan itu tidak mudah, apalagi bagi partai baru. Maka kita buktikan lewat kerja nyata. Biarkan masyarakat yang menilai apakah kita layak dipercaya,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya diferensiasi atau warna tersendiri yang menjadi ciri khas Partai Gema Bangsa. Dengan mengusung semangat desentralisasi, partai mendorong setiap wilayah untuk memiliki kewenangan dalam menentukan program sesuai kebutuhan lokal.
“Gema Bangsa hadir dengan pendekatan desentralisasi. Artinya, setiap wilayah diberikan ruang untuk membangun berdasarkan kebutuhan dan permasalahannya masing-masing,” tambahnya.
Ke depan, Gema Bangsa menargetkan penguatan basis di sektor kemasyarakatan sebagai langkah awal sebelum berbicara lebih jauh terkait kontestasi politik. Partai ingin memastikan kehadirannya benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kalau kita sudah hadir dan bermanfaat, kepercayaan akan datang dengan sendirinya. Dari situ, kita berharap ke depan bisa menyiapkan wakil rakyat yang benar-benar membawa aspirasi masyarakat,” pungkas Adi.
Dengan komitmen tersebut, Partai Gema Bangsa optimistis dapat menjadi salah satu kekuatan baru yang membawa harapan perubahan dan solusi konkret bagi masyarakat, khususnya di Kota Bandung.
Press : Mehanur Revin




