Cilacap,Tribuntipikor com
TAMBAKSARI, KEDUNGREJA – Masih momentum bulan Syawal 1447 hijriah , semangat kebersamaan warga di Desa Tambaksari, Kecamatan Kedungreja.adakan halal bihalal Akbar .kegiatan yang di peloporin oleh Paguyuban RT dan RW bekerja sama dengan pemuda Karang Taruna Desa Tambaksari menyelenggarakan kegiatan “Silaturahim Akbar & Halal Bihalal” pada hari Minggu (29/03/2026).
Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini dipusatkan di kediaman Bapak Darmanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia penyelenggara. Mengusung tema saling memaafkan antar sesama, kegiatan ini menjadi ajang silaturahim bagi seluruh elemen masyarakat desa.
Kegiatan ini di hadiri anggota DPRD Kab Cilacap dari fraksi PKS Bapak Rusmanto ,Kades Tambaksari Rasimun ,Babinsa Koramil 12 ,Babinkamtibmas Polsek Kedungreja ,Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat .
Momen Kebersamaan tampak kental dengan nuansa kekeluargaan. terlihat jajaran alat musik tradisional Angklung menambah suasana makin meriah menunjukkan komitmen warga dalam melestarikan budaya lokal di tengah acara keagamaan.
Ketua Panitia, Bapak Darmanto, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan kerja keras seluruh panitia, terutama para pemuda Karang Taruna yang menjadi motor penggerak acara.
Kades Tambaksari Rasimun dalam kesempatan ini menyampaikan apresiasi dan mensuport serta ingin berbagi sedikit kebahagiaan dan Kades Rasimun juga memohon Do,a ingin berangkat umroh ,semoga kegiatan tahunan ini dapat menjalin rasa persatuan guyup rukun antar warga ,ucap harap kades Tambaksari Rasimun .
Sinergi Antar Generasi
Kehadiran pemuda Karang Taruna dalam kolaborasi ini mendapat apresiasi tinggi. Sinergi antara tokoh senior (RT/RW) dengan generasi muda dianggap sebagai kunci keberhasilan dalam menjaga kerukunan warga Desa Tambaksari.
Selain dihadiri oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat, acara ini juga diisi dengan tausiyah singkat dan doa bersama untuk kemajuan desa. Diharapkan, melalui kegiatan Halal Bihalal ini, segala perbedaan yang mungkin ada selama setahun terakhir dapat melebur dalam semangat persaudaraan yang baru.
Jurnalis Sugeng Rahmat





