Kayangan, NTB
tribuntipikor .Com –
Isu maraknya praktik percaloan tiket di Pelabuhan Kayangan kembali mencuat dan menjadi sorotan publik. Di tengah lonjakan arus penumpang menjelang Lebaran, masyarakat justru dihadapkan pada kenyataan pahit:
harga tiket yang melambung hingga dua kali lipat dari tarif resmi.
Menanggapi hal ini, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi, angkat bicara,
Ia menegaskan bahwa satu-satunya jalur resmi pembelian tiket adalah melalui aplikasi dan website Ferizy (ASDP Ticket).
“Penjualan tiket resmi hanya melalui website trip.ferizy.com dan kanal pembayaran resmi.
Gerai di sekitar pelabuhan bukan mitra resmi ASDP,” tegasnya.
Erlys—sapaan akrabnya—tidak menampik adanya praktik penambahan biaya oleh pihak-pihak tidak resmi. Namun, ia menegaskan hal tersebut berada di luar kewenangan ASDP.
“Dalam praktiknya dimungkinkan ada biaya tambahan di luar tarif resmi, itu di luar kewenangan kami , Karena itu kami imbau masyarakat membeli tiket melalui aplikasi resmi agar tidak dirugikan,” ujarnya.
Calo Berkeliaran, Masyarakat Jadi Korban
Fenomena calo tiket di sekitar pelabuhan bukan hal baru, namun kali ini skalanya dinilai semakin meresahkan. Sejumlah gerai tidak resmi diduga menjual tiket dengan harga yang sudah “dipoles”, jauh di atas tarif yang ditetapkan pemerintah.
Ironisnya, di saat ASDP justru memberikan diskon tarif pada periode 12–31 Maret 2026, praktik di lapangan malah menunjukkan sebaliknya.
Penumpang dewasa: sekitar Rp14.800 (diskon 21%)
Golongan II: sekitar Rp65.700 (diskon 12%)
Golongan IV A: sekitar Rp519.300 (diskon 7%)
Namun fakta di lapangan, harga bisa melonjak hingga dua kali lipat akibat ulah calo.
DPR RI Geram“Tidak Bisa Ditoleransi!”
Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi, bahkan melontarkan protes keras atas kondisi ini. Ia menilai praktik tersebut sebagai bentuk penyimpangan yang merugikan rakyat.
“Harga tiket ada aturannya, tidak boleh semena-mena apalagi sampai dua kali lipat. Ini tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.
Ia juga memastikan persoalan ini akan menjadi bahan evaluasi serius terhadap ASDP dan Kementerian Perhubungan, terlebih menjelang momentum mudik Lebaran.
Ferizy Jadi Solusi, Ini Keunggulannya
Sebagai langkah antisipasi, ASDP mendorong masyarakat menggunakan aplikasi E-Ferizy, platform resmi pemesanan tiket ferry secara online yang terintegrasi langsung dengan sistem ASDP.
Keunggulan E-Ferizy:
Pemesanan tiket online tanpa antre
Pilihan jadwal lebih fleksibel
Pembayaran mudah (transfer bank, e-wallet, minimarket)
Harga sesuai tarif resmi
Tiket dilengkapi asuransi
Menghindari praktik calo
Cara Aman Beli Tiket
Untuk menghindari jebakan calo, berikut langkah aman menggunakan E-Ferizy:
Unduh aplikasi di Play Store atau App Store
Daftar akun menggunakan email
Pilih rute, jadwal, dan jenis layanan
Isi data penumpang dan kendaraan dengan benar
Lakukan pembayaran sesuai kode
Scan e-ticket saat check-in untuk cetak boarding pass
Peringatan Tegas
ASDP menegaskan bahwa:
Tarif resmi hanya berlaku di aplikasi/website Ferizy dan mitra resmi
Biaya tambahan dari pihak ketiga di luar sistem adalah tanggung jawab masing-masing pihak
ASDP tidak mengatur margin atau fee dari agen tidak resmi
“Kalau beli di luar sistem resmi, risikonya ditanggung sendiri.
Bisa lebih mahal, bahkan tidak terjamin keamanannya,” pungkas Erlys.
Kesimpulan
Di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi laut, masyarakat diminta lebih cerdas dan waspada. Kemudahan teknologi sudah disediakan, tinggal bagaimana dimanfaatkan.
Jangan beri ruang bagi calo. Gunakan jalur resmi. Karena di balik harga murah yang dijanjikan, bisa jadi ada jebakan yang merugikan.
( Irwanto )





