Sumbawa Besar NTB
tribuntipikor .Com —
Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, Rumah Sakit Manambai Abdul Kadir (RSMA) Sumbawa menunjukkan bahwa tugas rumah sakit bukan sekadar menangani penyakit, memberikan obat, atau menjalankan prosedur medis. Lebih dari itu, keramahan, kesantunan, etika, serta kepedulian terhadap pasien menjadi bagian penting dalam membangun harapan untuk sembuh.
Pelayanan yang ramah dan humanis dinilai mampu memberikan energi positif bagi pasien maupun keluarga yang mendampingi. Sebab, ketika seseorang sedang berjuang melawan penyakit, perhatian dan komunikasi yang baik dari tenaga kesehatan dapat menjadi penguat mental dalam menjalani proses pengobatan hingga pemulihan.
Pelayanan yang menyentuh hati bukan hanya tentang kesembuhan fisik, tetapi juga tentang bagaimana pasien merasa dihargai, diperhatikan, dan diperlakukan secara manusiawi.
Hal tersebut mendapat apresiasi dari salah seorang pasien berinisial WL yang menjalani perawatan di unit STROKE RSMA Sumbawa.
Kepada awak media Tribun Tipikor.Com, Rabu (14/10/2026), WL menyampaikan kesan positif atas pelayanan yang diterimanya, mulai dari penanganan awal hingga proses pemulihan.
Menurut WL, pelayanan yang diberikan dinilai sangat baik. Edukasi, perhatian, serta semangat yang ditunjukkan oleh tenaga kesehatan menjadi pengalaman positif selama menjalani perawatan.
Pengalaman tersebut memperlihatkan betapa pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan kesehatan. Pasien tidak hanya membutuhkan penanganan medis, tetapi juga penjelasan yang mudah dipahami, komunikasi yang santun, dan dukungan moral agar tetap optimistis menghadapi proses penyembuhan.
APRESIASI UNTUK DIREKTUR DAN SELURUH MANAJEMEN RSMA
Atas pengalaman positif tersebut, apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan kepada Direktur RSMA Sumbawa beserta seluruh jajaran manajemen, dokter, perawat, dan tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung yang turut menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
Sikap ramah, santun, dan beretika merupakan modal penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan kesehatan.
Namun, apresiasi ini juga menjadi pengingat bahwa pelayanan berkualitas harus terus dipertahankan, bukan hanya menjadi kesan sesaat. Konsistensi, kedisiplinan, profesionalisme, dan kepedulian terhadap setiap pasien harus tetap menjadi prioritas.
Masyarakat tentu berharap setiap orang yang datang untuk mendapatkan pertolongan medis dapat memperoleh pelayanan yang layak, tanpa membedakan latar belakang sosial maupun kemampuan ekonomi.
JANGAN BIARKAN KERAMAHAN HANYA MENJADI SLOGAN!
Pelayanan kesehatan yang baik tidak cukup diukur dari fasilitas dan kecanggihan peralatan medis. Cara petugas menyapa pasien, kesediaan memberikan penjelasan, ketepatan penanganan, serta perhatian terhadap kebutuhan pasien juga menjadi bagian penting dari mutu pelayanan.
Karena itu, pengalaman positif yang disampaikan pasien WL patut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran RSMA Sumbawa untuk terus menjaga kualitas pelayanan.
Pertahankan keramahan, rawat kepercayaan, dan jadikan kepedulian sebagai budaya kerja!
Bagi masyarakat Sumbawa, rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan profesional sekaligus humanis merupakan harapan bersama. Pasien yang datang membawa kecemasan membutuhkan penanganan medis yang tepat, sekaligus lingkungan pelayanan yang membuat mereka merasa aman dan dihargai.
Pada akhirnya, keberhasilan pelayanan rumah sakit bukan semata-mata tentang seberapa megah bangunannya, melainkan juga tentang kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Teruslah mengabdi dengan hati. Sebab, bagi pasien yang sedang berjuang untuk sembuh, keramahan sederhana bisa menjadi sumber kekuatan, sementara pelayanan yang profesional merupakan tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan.
( Irwanto )






