27 Kecamatan se-Kabupaten Ciamis Ikuti Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat Kabupaten, Diikuti 494 Peserta

TRIBUNTIPIKOR CIAMIS – Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis menggelar Invitasi Olahraga Tradisional (Oltrad) tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2026. Kegiatan yang diikuti sebanyak 494 peserta perwakilan dari 27 kecamatan se-Kabupaten Ciamis tersebut berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026, bertempat di Lapangan Atletik Lingga Buana, Kabupaten Ciamis.

Kegiatan ini melibatkan para siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) yang mewakili kecamatan masing-masing. Invitasi olahraga tradisional tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan potensi peserta didik di bidang olahraga sekaligus melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung sebagai sarana pembinaan dan pengembangan bakat siswa di bidang olahraga tradisional. Selain mengejar prestasi, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda, seperti sportivitas, kedisiplinan, kerja sama, kejujuran, semangat juang, dan rasa tanggung jawab.

Keikutsertaan 494 peserta dari 27 kecamatan menunjukkan antusiasme dunia pendidikan dalam mendukung pembinaan olahraga tradisional di Kabupaten Ciamis. Para siswa yang mengikuti kegiatan ini merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan yang telah dipersiapkan untuk berpartisipasi dalam kompetisi tingkat kabupaten.

Ketua Panitia, Asep Rustandi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Invitasi Olahraga Tradisional tingkat Kabupaten Ciamis merupakan kegiatan penting dalam memberikan ruang bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan, bakat, dan minat mereka di bidang olahraga tradisional.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi dan pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional diharapkan dapat terus diwariskan kepada anak-anak sejak usia dini.

Olahraga tradisional memiliki keunikan tersendiri karena tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, tetapi juga membutuhkan strategi, kekompakan, konsentrasi, dan kerja sama antarpeserta. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter siswa di lingkungan sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Eli Mulyaningsih juga menyampaikan pentingnya pembinaan olahraga tradisional di lingkungan pendidikan. Olahraga tradisional dinilai memiliki nilai edukatif yang dapat membantu membentuk karakter anak, meningkatkan kebersamaan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal.

Melalui permainan tradisional, para siswa dapat belajar tentang arti kebersamaan, menghargai teman, mematuhi aturan, serta menerima kemenangan dan kekalahan dengan sikap yang sportif. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan yang tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan di luar pembelajaran formal.

Oleh karena itu, sekolah diharapkan terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan berbagai permainan tradisional. Selain menjadi aktivitas yang menyenangkan, olahraga tradisional juga dapat mendukung kebugaran jasmani sekaligus membangun sikap disiplin, kekompakan, kejujuran, dan semangat pantang menyerah.

Pembinaan sejak jenjang sekolah dasar dinilai penting agar generasi muda tidak hanya mengenal perkembangan olahraga modern, tetapi juga memahami dan menghargai warisan budaya yang telah berkembang di tengah masyarakat.

Invitasi Olahraga Tradisional tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2026 juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarpelajar, guru olahraga, pembina, serta insan pendidikan dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis.

Pertemuan peserta dari 27 kecamatan memberikan kesempatan bagi para siswa untuk berinteraksi, menambah pengalaman, dan membangun semangat persaudaraan melalui kegiatan olahraga. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah bagi guru dan pembina untuk saling bertukar pengalaman dalam mengembangkan olahraga tradisional di lingkungan sekolah.

Dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan persaingan yang sehat, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti perlombaan dengan penuh antusias, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta menghormati keputusan penyelenggara dan hasil pertandingan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan pola aktivitas anak-anak, pelestarian olahraga tradisional menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bersama. Permainan tradisional perlu terus diperkenalkan agar tidak semakin ditinggalkan oleh generasi muda.

Melalui penyelenggaraan Invitasi Olahraga Tradisional, IGORNAS bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis diharapkan dapat terus mendorong tumbuhnya minat peserta didik terhadap permainan tradisional sekaligus mengembangkan potensi olahraga di tingkat sekolah dasar.

Dukungan dari sekolah, guru olahraga, pembina, orang tua, organisasi olahraga, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pembinaan tersebut.

Dengan adanya dukungan berkelanjutan, olahraga tradisional diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan perlombaan sesaat, tetapi juga dapat diterapkan sebagai bagian dari aktivitas pendidikan dan pengembangan karakter siswa.

Melalui partisipasi 494 peserta dari 27 kecamatan, kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam mengembangkan potensi peserta didik sekaligus menjaga kelestarian olahraga tradisional sebagai warisan budaya yang patut dibanggakan dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Jurnalis: Erik Nulhakim

Pos terkait