Warga Mediyunan Gotong Royong Perbaiki JUT dan Bronjong Rusak Dampak Diterjang Banjir

Kerusakan tersebut membuat akses jalan usaha tani sulit bahkan tidak dapat dilalui dengan baik.

Bojonegoro Jatim, tribuntipikor.com // Hasrat murni kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat kembali terlihat di Desa Mediyunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terbukti secara umum warga RT 03/RW 01 tampak bersama-sama memperbaiki Jalan Usaha Tani (JUT) dan bronjong yang sebelumnya rusak akibat diterjang banjir.

Kondisi itu mendorong warga untuk mengambil inisiatif melakukan perbaikan secara swadaya agar akses menuju lahan pertanian kembali bisa digunakan.

Pantauan di lokasi, sejumlah warga tampak bekerja bersama memperbaiki bagian jalan yang rusak serta melakukan penanganan pada bronjong yang terdampak banjir. Sebagian warga juga membantu menyiapkan material dan kebutuhan lainnya untuk proses perbaikan.

Keterbatasan anggaran desa disebut menjadi salah satu alasan masyarakat memilih melakukan gotong royong. Warga bahkan secara sukarela melakukan iuran untuk membeli material yang diperlukan.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pihak Pemerintah Desa Mediyunan.

Pekerjaan sendiri dilakukan secara bertahap, terutama setiap Sabtu dan Minggu, hingga akses jalan usaha tani tersebut kembali layak dilalui.

Kegiatan gotong royong itu turut dihadiri Kasun Mediyunan Sadiman, Bayan Ngadeni, Modin Jait, serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat.

Saat ditemui awak media di sela-sela kegiatan, Sadiman selaku Kasun Mediyunan mengatakan bahwa perbaikan dilakukan atas inisiatif masyarakat karena warga membutuhkan akses jalan usaha tani yang dapat digunakan kembali.

“Kegiatan gotong royong memperbaiki jalan usaha tani dan bronjong yang rusak akibat banjir ini memang inisiatif warga. Tujuannya agar akses jalan tersebut bisa dilewati kembali,” ujar Sadiman, pada Minggu (27/9/2026).

Menurutnya, kekompakan masyarakat menjadi modal penting dalam memperbaiki fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas pertanian. Warga tidak hanya bergotong royong secara tenaga, tetapi juga secara sukarela membantu pengadaan material.

Perbaikan jalan tersebut dinilai penting karena JUT menjadi salah satu akses masyarakat menuju lahan pertanian. Apabila akses rusak dan tidak segera diperbaiki, aktivitas warga menuju area pertanian dapat terganggu.

Disisi lain, masyarakat harapkan perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, melalui Pemdes terhadap kondisi infrastruktur pertanian khususnya JUT dan bangunan bronjong yang rusak akibat banjir.

Perbaikan yang dilakukan secara swadaya ini tentunya dapat menjadi solusi sementara, sekaligus perhatian pemerintah agar akses jalan usaha tani tersebut dapat diperbaiki secara lebih permanen yang mampu menghadapi ancaman banjir di kemudian hari. (KingSoli)

Pos terkait